Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin tenggara, PT Borneo Indobara (BIB) terus mengintensifkan upaya pengendalian debu di kawasan Pelabuhan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi debu yang terbawa angin ke permukiman warga serta menjaga kualitas lingkungan sekitar.

CPP Operation Dept Head PT BIB, Hari Gemilaksono, Jumat (7/8/26) di Pelabuhan, menjelaskan, perusahaan telah melakukan sejumlah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang yang jauh hari sudah dilaksanakan.

Ia menjelaskan, untuk penanganan jangka pendek, perusahaan menambah kapasitas dan intensitas penyiraman menggunakan water truck (WT).

“Spray yang digunakan sudah sesuai standar. Debit air yang sebelumnya 130 meter kubik per jam di keadaan normal, kini kami tingkatkan menjadi 170-200 meter kubik per jam. Kami juga menambah pipa baru untuk memeratakan air ke seluruh area pelabuhan,” ujar Hari saat ditemui di lokasi.

Perusahaan mengerahkan unit water truck yang beroperasi hampir terus menerus dengan siklus perputaran yang cepat. “Kami tambahkan shift agar siklus penyiraman cepat, sehingga hampir berjalan terus. Kebutuhan air untuk operasional pelabuhan saat ini masih cukup,” tambahnya.

Selain peningkatan infrastruktur penyiraman, PT BIB juga melakukan antisipasi dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Kami sudah bekerja sama dengan BMKG untuk menentukan sikap dan strategi penanganan debu. Ini sudah jauh hari kami lakukan, termasuk mengantisipasi prediksi cuaca kemarau dengan pembelian pipa dan peralatan pendukung menghadapi kemarau sudah disiapkan,” jelas Hari.

Untuk memastikan keberlanjutan program pengendalian debu dalam jangka panjang, PT BIB menyiapkan sumber air cadangan dari kolam tambang EST yang jaraknya sekitar 9,2 kilometer.

“Kami mengambil sumber daya air dari eks tambang EST dengan kapasitas 665.826 kiloliter (meter kubik). Dalam waktu dekat, barang akan datang dan kami akan memasang pipa sepanjang 10 kilometer. Ini memang ekstrem, tapi debit air yang ada saat kemarau panjang ini diperkirakan masih bisa mengcover kebutuhan air selama lima bulan,” papar Hari.

Rencana jangka panjang itu yang sudah berproses adalah pembangunan dua jalur pipa (PN16) untuk distribusi air. Namun, pada tahun ini baru satu jalur yang akan dibangun yang saat ini sedang berproses.

Komitmen lingkungan perusahaan juga diperkuat dengan sertifikasi ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan. PT BIB juga melakukan penambahan penghijauan di kawasan pelabuhan dengan menanam pohon cemara, pulai, dan bambu di sekitar stockpile dan area pelabuhan.

Sementara itu, Kepala Desa Mekar Jaya, Yono, mengapresiasi upaya cepat yang dilakukan PT BIB dalam menangani dampak kemarau panjang.

“Kemarau tahun ini tak bisa kita pungkiri memang cukup ektrem dengn angin tenggara. Tapi sebelum itu, ternyata BIB sudah punya rencana penanganan. Kondisi sekarang semua sisi sudah bergerak, ini menjadi atensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk pengurangan debu karena kemarau yang panjang. Hilang memang tidak mungkin, tapi sumbangsih dari PT BIB sudah sangat membantu,” ujar Yono.

ER & Sustainability Development Dept Head PT BIB, R. Lington, menambahkan perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap seluruh upaya pengendalian debu. “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjalankan operasional yang ramah lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar,” pungkasnya.(hdy)