
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus mengembangkan keterampilan warga binaan melalui kegiatan menjahit sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, Selasa (22/9/26).
Kegiatan ini diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pekerjaan yang bermanfaat, tetapi juga menumbuhkan kemampuan bekerja secara mandiri dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pujasera Lapas Batulicin, dengan layanan yang mendukung berbagai kebutuhan petugas maupun warga binaan. Unit menjahit melayani permak celana dan baju, pemotongan celana, penggantian resleting, hingga pembuatan sarung bantal, guling, dan kasur.
Di balik aktivitas tersebut, warga binaan mendapat ruang untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus belajar mengelola pekerjaan dengan disiplin. Setiap pesanan menjadi kesempatan untuk melatih ketelitian, memahami kebutuhan pengguna, serta menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keterampilan menjahit diharapkan menjadi bekal yang dapat dikembangkan warga binaan selama maupun setelah menjalani masa pembinaan.
Pengalaman mengerjakan kebutuhan nyata juga memberi gambaran tentang tanggung jawab, kualitas pekerjaan, dan pengelolaan keterampilan sebagai modal menuju kemandirian.
Kasubsi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa kegiatan menjahit memiliki nilai pembinaan karena warga binaan tidak hanya belajar teknik, tetapi juga dibiasakan bekerja secara bertanggung jawab. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Menjahit bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih ketelitian, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan sesuai kebutuhan. Dari proses itu, warga binaan memiliki pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi bekal untuk hidup mandiri,” jelas Harry Indrawan.
Salah seorang warga binaan berinisial D mengaku senang mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan menjahit. Ia menilai pekerjaan tersebut membuat dirinya semakin memahami pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam menghasilkan jahitan yang rapi.
“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar, terutama bagaimana bekerja dengan teliti dan menyelesaikan pesanan dengan baik. Saya berharap kemampuan yang saya dapatkan di sini bisa terus saya kembangkan dan menjadi bekal setelah selesai menjalani pembinaan,” ungkap D.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan menjahit sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Ia menilai kemampuan yang berkembang dari aktivitas tersebut sekaligus memberi manfaat bagi kebutuhan internal lapas.
“Kami mendukung penuh kegiatan menjahit karena warga binaan mendapatkan pengetahuan sekaligus kesempatan mengasah bakat yang mereka miliki. Hasil pekerjaan yang dikerjakan di dalam lapas juga cukup presisi dan profesional, sehingga kebutuhan jahitan dapat dipenuhi tanpa harus selalu mencari jasa dari luar,” ujar Thoha Yahya Umar Sidiq.(hdy)








Tinggalkan Balasan