Dok. Javatravel.net

Metrokalsel.co.id, Batulicin – Kabar lanjutan rencana pembangunan Mall di Kabupaten Tanahbumbu, makin tidak jelas hingga saat ini.

Kabarnya, investor sebelumnya tidak lanjut karena tidak sesuai keinginanya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu.

Bahkan ada kabar, investor berganti lagi setelah sebelumnya tak sesuai dengan ekpektasi Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu.

Kepala Dinas Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanahbumbu, H Deny Haryanto, belum lama tadi, mengatakan tahapan pembahasan pembangunan mall masih berlanjut.

” Masih lanjut dalam pembahasan pihak investor, ” sebut Deny.

Saat ini investor berganti, sebab kemarin penilaian Pemkab jadi piutang bila berlanjut. Sementara maunya dari Pemerintah Kabupaten Tanbu maunya BOT.

” Maunya pemda itu, BOT supaya pemkab tidak jadi beban untuk pengembaliannya, ” katanya.

Dikatakan Deny, saat ini Pemerintah Daerah masih sonding ke pihak ketiga agar yang mau dengan sistem yang dihendaki dan tidak jadi piutang.

Sementara itu, anggota Komite Percepatan Pembangunan Daerah (KPPD) Tanbu, Anwar Ali Wahab, juga menyoroti itu. Menurutnya, saat ini yang paling tepat untuk kabupaten Tanah Bumbu adalah pembangunan pasar modern bukan mall.

“Belum saatnya kita bangun mall, apalagi bila memaksakan jadi utang dan memberatkan daerah, ” katanya.

Menurutnya, pembangunan pasar modern lebih cocok, karena ini sangat cocok terutama di kota besar padat pemukiman seperti simpang empat, sungai danau.

Yang mana nantinya akan memberikan keleluasaan yang besar kepada konsumen untuk memilih barang, baik itu dari sisi ukuran, model, harga hingga keutuhan dari barang tersebut, sehingga pihak konsumen akan memilih barangnya sendiri sepuas-puasnya.

” Contohnya pasar modern Bauntung Banjarbaru. Pasar modern itu sangat mengakomodir UMKM disekitar, ” katanya.

Fasilitasnya yang dilengkapi, toiletnya yang bersih. Jika perlu pasar modern nantinya dilengkapi toilet premium seperti pasar modern yang ada di Bumi Serpong Damai.

” Nah di Gunung tinggi mendesak dibangun pasar untuk memudahkan ASN dan warga sekitar berbelanja. Agar tidak lagi terjadi kerumunan warga dipinggir jalan di tikungan tempat pasar yg terkesan dadakan seperti yg telah ada. ASN yang pulang jam 5 sore dapat berbelanja di pasar gunung tinggi setiap hari lalu kemudian dibawa pulang untuk kebutuhan sehari-hari rumah tangganya, ” katanya.

Kehadiran jaringan waralaba ritel yang memiliki pangsa pasar paling luas di Indonesia seperti Indomaret dan Alfamart disekitar perkantoran gunung tinggi juga sangat diharapkan masyarakat dan ASN.

Indomaret dan Alfamart ditempat tertentu mungkin bisa mengganggu perekonomian masyarakat sekitar, namun di tempat2 lain bisnis waralaba tersebut justru ikut memancing pertumbuhan ekonomi disekitarnya. Contohnya kawasan perkantoran gunung tinggi dan kawasan pantai Pagatan. (dat/mka)