Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Turnamen bulu tangkis antar personel Polres Tanah Bumbu yang digelar selama sepekan memuncak pada laga final yang mempertemukan dua pasangan perwira.

Pasangan itu adalah Kabag Ren Polres Tanah Bumbu, Kompol Sigit bersama rekannya Amat, keluar sebagai Juara 1 setelah mengalahkan pasangan Kasat Narkoba AKP Anang Setiawan dan Hendra.

Laga final ganda putra berlangsung sengit di GOR Parama Satwika Polres Tanah Bumbu, pada Minggu (21/6/26) malam menyedot perhatian personel yang memadati tribun. Setiap pukulan dan smash disambut sorak-sorai penonton. Kompetisi di atas lapangan berlangsung ketat dengan rally-rally panjang yang menguras tenaga.

Kompol Sigit dan Amat tampil gemilang sepanjang pertandingan. Koordinasi apik antar keduanya menjadi kunci kemenangan atas pasangan AKP Anang Setiawan dan Hendra. Pasangan Kasat Narkoba pun harus mengakui keunggulan lawan dan puas dengan posisi Juara 2.

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Arief Prasetya, SIK secara langsung menyaksikan jalannya pertandingan final. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan, tetapi wahana mempererat silahturahmi dan kekompakan internal.

Lapangan bulu tangkis mengajarkan kecepatan, ketepatan, dan kekuatan. Semangat yang sama dibutuhkan dalam menjalankan tugas Polri melayani masyarakat.

Ketua Pelaksana Kegiatan, AKP Anang Setiawan, menyebut turnamen yang digelar 17-22 Juni 2026 ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang dikemas berbeda dari biasanya.

“Selain final yang mempertemukan perwira-perwira Polres Tanah Bumbu, ajang ini juga diramaikan dengan kejutan doorprize dan penyerahan hadiah total puluhan juta rupiah,” katanya.

Usai pertandingan final, Kapolres langsung menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang. Pasangan Kompol Sigit dan Amat berhak atas piala juara 1 beserta hadiah utama, sementara pasangan AKP Anang Setiawan dan Hendra menerima piala juara 2. Suasana haru dan kebanggaan terpancar dari para peserta yang telah bertarung habis-habisan demi mengharumkan nama satuan masing-masing.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan saling bersalaman antara seluruh peserta dan panitia. Sebuah pengingat bahwa peringatan Bhayangkara bisa dirayakan dengan keringat, tawa, dan kebersamaan di satu lapangan.(hdy)