
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Dua Pendaki di Kotabaru sempat dinyatakan hilang. Kepala BPBD Kabupaten Kotabaru, Hendra Indrayana, menyampaikan pihaknya bergerak cepat menangani laporan orang hilang yang diterima dari keluarga korban.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026), Hendra mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama Basarnas sebagai leading sector dalam operasi pencarian.
“Begitu ada laporan, kami segera bergerak dan berkoordinasi dengan Basarnas. Di lapangan kami bekerjasama dengan berbagai unsur, termasuk kepolisian, BPBD, dan relawan yang dipimpin oleh Basarnas,” ujarnya.
Berkat kerja sama tim gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah korban ditemukan oleh relawan dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apa pun,” tambahnya.
Hendra menjelaskan, dua orang tersebut sebelumnya melakukan pendakian (trekking) ke puncak, namun tersesat karena salah jalur. Beruntung, komunikasi masih dapat dilakukan melalui telepon genggam sehingga memudahkan proses pencarian.
Ke depan, pihaknya mengimbau agar ada sistem pendataan bagi para pendaki, seperti pembentukan posko oleh Pokdarwis atau pihak terkait.
“Setiap yang naik ke atas harus melapor dan dicatat jalur tujuannya, agar jika terjadi sesuatu bisa lebih mudah dilakukan pencarian,” jelasnya.
Selain itu, BPBD juga menanggapi laporan pohon lapuk di kawasan permukiman. Namun, penebangan tidak bisa dilakukan sembarangan.
“Kami tetap menjaga kelestarian lingkungan. Penebangan hanya dilakukan jika pohon sudah roboh dan membahayakan,” tegasnya.
BPBD juga menerima laporan rumah roboh di kawasan Jembatan Empat Serangkai. Namun, evakuasi belum bisa dilakukan karena kondisi air pasang.
“Kami sudah cek lokasi, tidak ada korban jiwa. Evakuasi akan dilakukan setelah air surut, dan sementara kami telah menyalurkan bantuan sembako,” katanya.
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Hendra mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan.
“Kami harapkan masyarakat bersama pemerintah dan relawan dapat bahu-membahu menjaga wilayah, karena saat ini cuaca cukup ekstrem,” ujarnya.
Lebih lanjut, BPBD Kotabaru juga akan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk mengantisipasi potensi bencana ke depan. Berdasarkan informasi dari BMKG, diperkirakan akan terjadi fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau panjang dan kekeringan.
“Diperkirakan puncaknya pada Agustus hingga September, dengan kondisi lebih kering dari normal. Kami akan membentuk posko di wilayah lahan gambut sebagai langkah antisipasi karhutla,” pungkasnya. (ebt)








Tinggalkan Balasan