Metrokalsel.co.id,BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat sebanyak 2.019 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Januari hingga 27 Agustus 2026. Luas lahan yang terdampak mencapai 9.943,26 hektare.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyatakan data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengendalian karhutla di wilayah tersebut. Pemantauan terus dilakukan dengan mencermati sebaran kejadian dan titik panas di setiap kabupaten/kota.

“Data ini menjadi bahan pemantauan dan evaluasi dalam upaya pengendalian karhutla. Penanganan kami utamakan pada wilayah yang terindikasi memiliki potensi kebakaran,” ujar Ronny, Jumat (28/8).

Selain kejadian dan luas lahan, BPBD juga memantau 12.791 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Kalsel. Titik panas tertinggi tercatat di Kabupaten Tapin dengan 3.777 titik, disusul Hulu Sungai Selatan (2.050 titik) dan Kabupaten Banjar (1.765 titik).

Dari sisi jumlah kejadian, Kota Banjarbaru mencatat 406 kejadian, tertinggi dibanding daerah lain. Disusul Kabupaten Banjar (381), Tanah Laut (321), Hulu Sungai Selatan (268), dan Tapin (162 kejadian).

Sementara untuk luas lahan terdampak, Kabupaten Banjar menempati posisi pertama dengan 2.244,22 hektare, disusul Tanah Laut (1.797,95 ha), Banjarbaru (1.507,81 ha), Hulu Sungai Selatan (1.398,33 ha), dan Tapin (953,40 ha).

Ronny menegaskan pemantauan akan terus dilakukan bersama unsur terkait. Informasi dari lapangan dan indikasi titik panas menjadi acuan utama dalam menentukan langkah penanganan cepat.

“Kami imbau masyarakat ikut mencegah karhutla. Jangan membakar lahan, dan segera laporkan jika menemukan kebakaran agar bisa ditangani sejak dini,” katanya.

Data yang digunakan BPBD bersumber dari peta sebaran kejadian dan hotspot Kalsel, yang diperoleh dari SIPONGI Kementerian Kehutanan serta satelit NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

BPBD mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan karhutla, serta menjaga lingkungan agar kebakaran dapat dicegah dan dikendalikan secara optimal.(mc)