Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Tradisi sakral masyarakat Bugis di Pagatan, Mappanre Ritasi’e kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting yang sarat makna budaya dan spiritual bagi masyarakat pesisir.

Pada malam pembukaan yang dibuka secara langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, H Hasanuddin.

Menurut H Hasanuddin, tradisi Mappanre Ritasi’e tidak hanya dimaknai sebagai seremoni semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah, sekaligus bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal dan budaya warisan leluhur yang terus dijaga bersama.

Melalui pelaksanaan Mappanre Ritasi’e, masyarakat di Tanah Bumbu juga diajak untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan. Nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun menjadi fondasi dalam membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Dengan semangat budaya dan kebersamaan, kita melangkah menuju masa depan Tanah Bumbu yang lebih gemilang,” kata Hasanuddin, Minggu (12/4/26) malam.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus sejalan dengan pelestarian budaya sebagai identitas dan kekuatan masyarakat lokal.(hdy)