Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Mobil tangki yang menabrak rombongan mahasiswa KKN di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru pada Sabtu (1/3/26) mengalami perubahan signifikan saat dievakuasi tangkinya. Sebelumnya, mobil itu memiliki stiker penanda nama dengan tulisan Kaisar Group dari PT Kharisma Kaisar Group.

Namun saat proses evakuasi stiker pada sisi kanan dan kiri mobil, begitu cepatnya hilang. Keanehan itu disadari relawan di lapangan yang membantu proses evakuasi hingga selesai.

“Pas awal masih belum dievakuasi itu di mobilnya ada tulisan Kaisar Group. Setelah diangkat, tulisannya hilang dan hanya menyisakan bagian putih saja,” ujar seorang relawan di lokasi, Maulana, Senin (3/8/2026).

Ia juga heran dengan hilangnya stiker penanda pada mobil tangki itu.

“Padahal di TKP banyak aparat kepolisian, tapi tanda perusahaan bisa tiba-tiba hilang. Ini patut dipertanyakan lebih lanjut,” katanya.

Ia berharap, meskipun tanda perusahaan di mobil tangki hilang tidak membuat pihak perusahaan lepas tanggung jawab kepada para korban dan dari jeratan hukuman. Sebab, dari insiden itu tujuh orang meninggal dunia, termasuk sopir mobil tangki, Muhammad Ilyas.

“Semoga ada kejelasan lebih lanjut terkait mobil tangki yang menabrak itu,” harapnya.

Sementara dugaan masyarakat kepemilikan mobil tangki itu milik PT Pertamina, dikutif dari detikKalimantan berupaya melakukan konfirmasi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun menjelaskan, berdasarkan penelusuran internal, kendaraan tersebut tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di Terminal Pertamina.

“Dari penelusuran internal kami, kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai armada operasional milik Pertamina dan tidak tercatat melakukan aktivitas pelayanan di terminal pertamina,” jelasnya, Minggu (2/8) lalu.

Kini, Edi memastikan seluruh proses penyelidikan akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk memastikan kepemilikan dan proses selanjutnya dari insiden tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai kendaraan tersebut. Proses penanganan dan penyelidikan sepenuhnya kami serahkan kepada pihak berwenang,” tutupnya.(hdy)