
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – PT Borneo Indobara (BIB) mengerahkan 20 personel Emergency Response Team (ERT) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Sejak pertengahan Agustus 2026, tim gabungan tersebut terlibat langsung dalam upaya pemadaman kebakaran sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam menanggulangi bencana karhutla.
ER & Sustainability Development Department Head PT BIB, R. Lington, mengatakan personel yang diterjunkan berasal dari ERT PT BIB, PT CK, PT PPA, serta tim ERT PT Aneka Group. Mereka tergabung dalam kelompok kerja Sinar Mas Group untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan.
“Tim dari PT BIB sudah bertugas melakukan pemadaman di berbagai daerah di Kalimantan Selatan sejak pertengahan Agustus hingga sekarang,” kata Lington di Batulicin, Senin.
Untuk menunjang operasi pemadaman, tim gabungan tersebut didukung sejumlah sarana dan peralatan, meliputi dua unit mobil water tank berkapasitas masing-masing 10.000 liter, 17 unit pompa gendong, serta dua unit alat berat excavator.
Selain pengerahan 20 personel dan peralatan pemadaman, dukungan juga diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur sumber air. PT BIB menyiapkan tiga titik sumur bor, sedangkan PT Hutan Rindang Banua (HRB) menyediakan lima titik. Dengan demikian, terdapat delapan titik sumur bor yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan air dalam penanganan karhutla.
Lington menegaskan, keterlibatan personel ERT, dukungan peralatan, serta penyediaan sumber air merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“PT BIB terus berkomitmen penuh mendukung pemerintah dalam menanggulangi karhutla. Bentuk dukungan ini diwujudkan melalui penerjunan personel, penyediaan sarana dan prasarana, aksi pemadaman langsung di lapangan, hingga pembangunan infrastruktur sumur bor,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, PT BIB juga berkolaborasi dengan APHI Komda Kalimantan Selatan, pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swakarsa masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan efektivitas penanganan karhutla. Pola kerja sama terpadu ini juga diharapkan dapat menjadi contoh penanggulangan karhutla berbasis kemitraan sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah lain.
Lington menambahkan, sinergi berkelanjutan antara PT HRB, PT BIB, PT KC, PT SMART Tbk, dan Sinar Mas Group akan terus diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah serta melibatkan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla di Kalimantan Selatan.
“Melalui sinergi berkelanjutan, kami berkomitmen untuk terus berdiri berdampingan bersama pemerintah dan masyarakat demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang bebas dari bencana karhutla,” tutupnya.(hdy)








Tinggalkan Balasan