Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Stagen Kabupaten Kotabaru terus dikebut. Salah satu bangunan utama, yakni gedung perawatan, kini telah mencapai progres sekitar 96 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotabaru, Muhammad Ukas, S.Farm., Apt., M.Kes., mengatakan pembangunan RS Stagen masih terus berlanjut dengan dukungan dana kompensasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT SCG.

“Untuk lanjutan pembangunan RS Stagen dibiayai oleh dana kompensasi CSR PT SCG. Sampai saat ini memang masih terus berlanjut,” kata M. Ukas saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan. Selain gedung perawatan yang progresnya sudah mencapai sekitar 96 persen, sejumlah bangunan lainnya juga telah memasuki tahap perencanaan dan persiapan pelaksanaan.

“Gedung perawatan saat ini sudah mencapai kurang lebih 96 persen. Kemudian gedung yang lain sudah berproses dalam perencanaan dan yang lain-lain sudah oke semua,” jelasnya.

M. Ukas menjelaskan, pembangunan tidak dilakukan sekaligus karena sejak awal pihak PT SCG mengarahkan agar pembangunan gedung yang diajukan dilaksanakan secara bertahap setiap tahun.

“Memang permintaan awal dari pihak perusahaan, pembangunannya bertahap setiap tahun, tidak serentak semua gedung yang kita ajukan,” ujarnya.

Untuk tahap selanjutnya, Dinkes Kotabaru tengah memprioritaskan pembangunan Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Pembangunan fasilitas tersebut diperkirakan berlanjut hingga 2027 karena mempertimbangkan luasan bangunan dan kebutuhan anggaran.

“Saat ini yang kita bangun adalah Instalasi Bedah Sentral. Pembangunannya sampai tahun depan, karena melihat luasan bangunan dan anggarannya,” terang M. Ukas.

Alkes Disiapkan Setelah Fisik Rampung
Selain pembangunan gedung, kebutuhan alat kesehatan (alkes) juga telah dipersiapkan. Namun, pengadaan alkes akan dilakukan setelah bangunan fisik dan seluruh fasilitas pendukung dipastikan siap.

M. Ukas menyebutkan, hal tersebut penting agar instalasi penunjang seperti jaringan listrik dan oksigen sentral dapat dipastikan berfungsi sebelum peralatan medis ditempatkan.

“Untuk alat kesehatan insyaallah juga beriringan. Alkes belum kita masukkan, harus menunggu semua selesai bangunan fisik. Kita harus memastikan semua penunjangnya, seperti jalur listrik dan jalur oksigen sentral, sudah berfungsi,” katanya.

Pengadaan alkes nantinya akan menggunakan beberapa sumber pembiayaan, baik melalui APBD Kabupaten Kotabaru maupun dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Bahkan, Pemkab Kotabaru telah mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp49 miliar dari APBN untuk pengadaan alat kesehatan melalui skema hibah.

“Kemarin dari hasil audiensi Bupati Kotabaru mendapatkan anggaran Rp49 miliar untuk alkes dari APBN. Kita hanya menerima hibah alkes,” ungkapnya.

M Ukas mengatakan, pembangunan RS Stagen tidak hanya mengandalkan APBD.

Dinkes terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan fasilitas rumah sakit dari berbagai sumber anggaran.

“Bangunan ini kita juga tetap berkoordinasi dengan kementerian. Tidak hanya berpaku pada satu anggaran dari APBD, harus ada beberapa sumber,” ujarnya.

Dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap tersebut, Dinkes Kotabaru menargetkan seluruh fasilitas pelayanan RS Stagen dapat selesai dan mulai dioperasionalkan pada 2028.

“Harapan kita apapun itu harus dioperasionalkan tahun 2028. Kalau kemudian nanti selesai akhir 2027, berarti awal 2028 sudah kita pindahkan rumah sakitnya,” tegas M Ukas.

Ia menambahkan, berdasarkan target dari pihak perusahaan, pada 2028 masih terdapat sejumlah fasilitas yang akan dibangun, termasuk gedung manajemen dan fasilitas kesehatan pendukung lainnya. (ebt)