Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru melaporkan dugaan pencurian water meter pelanggan kepada Polres Kotabaru untuk ditindaklanjuti.

Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan laporan tersebut dilakukan karena jumlah water meter yang hilang dinilai cukup banyak dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi perusahaan.
Hal itu disampaikan Tri Basuki saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/10/2026).

Menurutnya, PDAM Kotabaru telah beberapa kali melakukan survei ke sejumlah pengepul barang bekas untuk mengetahui apakah water meter yang hilang dijual kembali.

Namun, dari hasil penelusuran tersebut, pihaknya belum menemukan adanya pengepul yang menerima atau masyarakat yang menjual water meter.

“Memang sebagian besar water meter berbahan kuningan. Mungkin ada oknum tertentu yang memanfaatkan nilai jualnya. Tetapi selama ini kami belum menemukan adanya penjual kuningan di pengepul yang berkaitan dengan water meter,” ujarnya.

Tri menjelaskan, kehilangan water meter bukan hanya menyebabkan kerugian dari sisi harga perangkat. Kondisi tersebut juga mengganggu pencatatan penggunaan air pelanggan.

“Ini bukan hanya soal harga alat, tetapi mengganggu proses pencatatan angka meter pelanggan. Air yang digunakan tidak bisa dipertanggungjawabkan dan itu termasuk kehilangan air kita,” jelasnya.

Ia menyebutkan, harga satu unit water meter sekitar Rp450 ribu. Namun, dampak kehilangan tersebut dapat lebih besar karena penggunaan air pelanggan tidak dapat terukur dengan baik.

Selain melaporkan kepada kepolisian, PDAM Kotabaru juga telah berkoordinasi dengan sejumlah pengepul agar segera melaporkan apabila menemukan adanya pihak yang menjual water meter.

Tri mengatakan, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat musim kemarau 2019.

Water meter saat itu ditemukan banyak yang dicopot, baik diduga karena pencurian maupun oleh pelanggan sendiri.

“Kami selalu melakukan survei ke beberapa lokasi dan berkoordinasi dengan pelanggan agar semua pelanggan menjaga keamanan water meter masing-masing,” pungkasnya. (ebt)