
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Sukamaju, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan desa sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Forum tahunan tersebut tidak hanya membahas usulan program pembangunan desa, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong sinergi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Kepala Desa Sukamaju, Supriyudin, dalam kesempatan itu berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa, seperti SDE dan PTPN, dapat turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di sekitar desa diharapkan memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi warga, baik melalui bantuan pembangunan maupun program pemberdayaan masyarakat.
“Karena perusahaan berada di wilayah kita, tentu harus ada kontribusi untuk masyarakat. Besar, kecil, ataupun sedang, perusahaan diharapkan dapat membantu dan memberikan manfaat bagi warga desa,” ujar Supriyudin.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rahmad, S.Pd., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui program serta anggaran pemerintah daerah.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan Rahmad yakni bantuan hibah untuk Musala Al-Ikhlas di RT 6 serta dukungan terhadap kegiatan majelis taklim.
“Insyaallah, hari ini akan diserahkan bantuan untuk Musala Al-Ikhlas. Begitu juga dengan aspirasi untuk majelis taklim,” kata Rahmad.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah usulan pembangunan di RT 2 yang diharapkan dapat diperjuangkan agar masuk dalam program pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Rahmad mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Desa Sukamaju. Pengalamannya pernah menjabat sebagai kepala desa selama dua periode menjadi bekal baginya untuk memahami secara langsung kebutuhan dan persoalan masyarakat di tingkat desa.
“Tanpa harus menyampaikan permintaan sekalipun, saya ingin mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena saya juga pernah berangkat dari desa,” tuturnya.
Tidak hanya sektor infrastruktur dan keagamaan, Rahmad juga memberikan perhatian terhadap bidang pendidikan. Ia menyatakan siap memperjuangkan aspirasi para guru, sepanjang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah.(ebt)








Tinggalkan Balasan