
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mencatatkan kinerja positif hingga Triwulan III 2026. Volume penjualan semen dan klinker perseroan mencapai 15,75 juta ton hingga September 2026, meningkat 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan penjualan domestik sebesar 7,6 persen menjadi 15,08 juta ton, serta penjualan ekspor yang melonjak 55,9 persen menjadi 660 ribu ton.
Dalam siaran pers Indocement tertanggal 4 November 2026, peningkatan volume penjualan turut mendorong pendapatan neto perseroan naik 8,9 persen menjadi Rp14,07 triliun, dibandingkan Rp12,91 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja laba juga menunjukkan pertumbuhan positif. Laba usaha tercatat sebesar Rp1,55 triliun atau meningkat 18,5 persen, sedangkan EBITDA mencapai Rp2,82 triliun, tumbuh 14,6 persen.
Sementara itu, laba periode berjalan hingga September 2026 mencapai Rp1,30 triliun, meningkat 22,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,06 triliun.
Indocement juga mempertahankan kondisi keuangan yang kuat dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp4,7 triliun per 30 September 2026.
Manajemen menyebutkan, pertumbuhan industri semen domestik hingga September 2026 mencapai 7,9 persen secara tahunan. Kenaikan terjadi pada segmen semen curah sebesar 9,3 persen dan semen kantong sebesar 7,4 persen.
Pertumbuhan tersebut didukung cuaca kering yang mempercepat aktivitas konstruksi secara nasional. Indocement sendiri mencatat pangsa pasar semen domestik sebesar 29,3 persen.
Meski demikian, industri semen masih menghadapi tekanan margin akibat tingginya biaya energi dan fluktuasi nilai tukar mata uang asing.
Selain itu, musim hujan yang akan datang berpotensi memperlambat aktivitas konstruksi dan memengaruhi permintaan semen.
Di Kabupaten Kotabaru, Indocement juga mengoperasikan pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun. Pabrik tersebut merupakan salah satu bagian dari jaringan fasilitas produksi Indocement di Indonesia.
Secara keseluruhan, Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu fasilitas penggilingan semen dengan sistem sewa, dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 33,5 juta ton semen. (ebt)








Tinggalkan Balasan