Metrokalsel.co.id,BATULICIN – PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin menggelar sosialisasi penguatan kepatuhan dan akurasi data manifest penyeberangan, di kantornya Jalan Pelabuhan Ferry Batulicin, Jumat (18/9/26) sore.

Sosialisasi ini mengangkat tema “Membangun Akuntabilitas Bersama dalam Keselamatan Penyeberangan”. Kegiatan ini berlangsung di melibatkan tiga operator, yakni ASDP, Jembatan Nusantara, dan Dharma Lautan Utama, KSOP, Basarnas, Kapolsek Batulicin, Kasat Polairud Kotabaru Tanah Bumbu, Dinas Perhubungan Kotabaru Tanah Bumbu, Jasa Raharja, hinnga Travel dan Organda.

Rapat dipimpin sekaligus menghadirkan narasumber GM PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Batulicin, Adolf Dwidhahana, yang diwakili Head Bisnis dan Pelayanan, Andri Papalia. Turut hadir sebagai pembicara dari Jasa Raharja Putra, serta KSOP Kotabaru Tanah Bumbu.

Dalam paparannya, Andri Papalia memaparkan sistem manifest yang telah dijalankan ASDP Batulicin, mulai dari pemesanan tiket, verifikasi, operator pelayanan, hingga proses clearance di Syahbandar.

“Tujuannya dari sosialisasi ini adalah untuk mengingatkan kembali agar lebih diperketat lagi terkait manifest ini,” ujar Andri Papalia.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Anggiat Doglas Silitonga, menekankan sejumlah poin penting, di antaranya e-tiket, manifest kapal, pengaturan muatan, kelaiklautan kapal, serta persetujuan kapal.

“Kita lakukan pembenahan manifest untuk keselamatan berlayar. Ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dalam manifest semua harus tercatat sebagai data orang yang berada di atas kapal. “Misalnya dalam satu mobil, semuanya harus tercatat. Jangan sampai hanya kendaraannya saja yang tercatat, tetapi orangnya tidak tercatat,” jelas Anggiat.

Senada dengan itu, Branch Manager Jasa Raharja Putra, Agung Gondo Pramono, mengingatkan manifest yang tidak sesuai akan berdampak pada lambatnya proses klaim. “Manifest tidak sesuai maka klaim akan lambat dan tertunda karena tidak terdata yang sinkron. Hal ini juga memperlambat pencarian dan faktor lainnya,” ungkapnya. (hdy)