
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Penampilan Tari Persaudaraan 3 Sungai menjadi salah satu suguhan yang mencuri perhatian dalam Parade Budaya Multi Etnis pada Festival Budaya Saijaan (FBS) XII 2026 di kawasan objek wisata Siring Laut Kotabaru, Minggu (26/7/2026).
Tarian yang dibawakan tiga penari Dayak dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah itu mengangkat makna persaudaraan serta persatuan masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan.
Salah satu penari, Titian Kameloh, mengatakan nama Tari Persaudaraan 3 Sungai dipilih sebagai simbol persatuan tiga daerah yang memiliki akar budaya yang sama.
“Kami memilih nama ini bukan tanpa alasan, karena kami bertiga berasal dari Kaltim, Kalsel, dan Kalteng. Sama seperti sungai-sungai besar di tanah kita yang akhirnya menyatu ke lautan,” ujarnya.
Menurut Titian, tarian tersebut diiringi musik karungut khas Kalimantan Tengah yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Dayak.
“Karungut adalah suara hati leluhur yang mengajarkan persaudaraan dan kesatuan,” katanya.
Ia menjelaskan, pesan yang ingin disampaikan melalui tarian tersebut sangat sederhana, yakni meski berasal dari daerah yang berbeda, masyarakat Dayak tetap memiliki darah, adat, dan budaya yang sama.
“Kami bersatu dalam budaya di bawah bimbingan Dewan Adat Dayak,” ucapnya.
Di tengah pesatnya perkembangan zaman, lanjut Titian, generasi muda Dayak memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
“Di tengah gempuran era modernisasi, kami tetap mempertahankan identitas kami sebagai suku asli Dayak Kalimantan,” tegasnya.
Penampilan Tari Persaudaraan 3 Sungai pun menjadi simbol kuat bahwa keberagaman budaya di Kalimantan bukanlah pemisah, melainkan perekat persatuan yang terus dijaga melalui seni dan budaya. (ebt)








1 Komentar
f5i5lr