
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Pameran Multi Etnis, Bazar UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) resmi dibuka dalam rangkaian Festival Budaya Saijaan (FBS) XII Tahun 2026 bertema “Magic from the Sea” di kawasan wisata Siring Laut Kotabaru, Kamis (23/7/26).
Pembukaan kegiatan dihadiri Asisten I Setda Kotabaru Drs. H. Minggu Basuki yang mewakili Bupati Kotabaru, Kepala Disparpora Ir. Kamirudin, Kepala Disperindag Maulidiansyah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kotabaru Muhammad Yani, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Mewakili Bupati Kotabaru, Asisten I Setda H. Minggu Basuki mengatakan Festival Budaya Saijaan bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah pembinaan dan pelestarian budaya berbagai etnis yang ada di Kabupaten Kotabaru.
Menurutnya, melalui pameran multi etnis, bazar UMKM, dan Ekraf, pemerintah memberikan ruang bagi setiap komunitas untuk menampilkan identitas, budaya, serta hasil karya mereka kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa seluruh komunitas dan etnis di Kotabaru mendapat perhatian dan pembinaan. Pemerintah menyiapkan stand agar mereka dapat memperlihatkan budaya, tradisi, dan kreativitasnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dalam keberagaman sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika.
“Kita berharap kebersamaan ini tetap terjaga, aman, damai, saling menghormati, tanpa adanya perselisihan baik antar suku maupun antar etnis,” katanya.
Minggu Basuki menambahkan, budaya yang ada saat ini merupakan warisan dari para pendahulu yang harus terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Kita hadir di sini karena warisan dari pendahulu. Tugas kita sekarang adalah melestarikan dan mengembangkan adat serta budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DAD Kotabaru Muhammad Yani mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Saijaan XII Tahun 2026 yang dinilai mampu memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kotabaru.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi salah satu wujud kebersamaan berbagai suku dan etnis yang ada di Kotabaru. Semoga terus menjadi agenda yang mempererat persatuan,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Padaringan Pusaka Saijaan Hendra Darmawan. Ia mengaku bersyukur komunitasnya kembali mendapat kesempatan berpartisipasi dalam FBS dengan menampilkan berbagai koleksi benda pusaka.
“Dalam kegiatan ini kami menampilkan berbagai benda pusaka seperti keris, parang, tombak, dan koleksi lainnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang telah memberikan ruang bagi komunitas kami untuk ikut berpartisipasi,” katanya.(ebt)








Tinggalkan Balasan