
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Mulyadi, meresmikan berbagai program pembinaan dan fasilitas baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (20/5/26).
Peresmian ini menjadi bukti transformasi signifikan yang terjadi di Lapas Batulicin kepemimpinan Arifin Akhmad. Sejak 2022 operasional Lapas Batulicin, perubahan begitu terlihat.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tanah Bumbu, Arifin Akhmad, yang menjabat selama kurang lebih 10 bulan. Dengan kreativitas dan kerja kerasnya, ia berhasil mengubah wajah lapas melalui pembangunan sejumlah fasilitas strategis.
Beragam fasilitas dan program yang diresmikan meliputi, Fasilitas Pendukung Kesehatan & Kemandirian Pangan, Dapur sehat, klinik Lapas yang sudah paripurna, serta program panen jagung dan ayam petelur.
Unit Layanan Strategis juga ada Strap Sell (khusus untuk Warga Binaan Bermasalah) serta SP-PG (Sistem Pengamanan Pintu Gerbang) Lapas Batulicin.
Menarik lagi, ada Mandora 37 Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada). Ini sebuah pusat kegiatan wirausaha terintegrasi yang meliputi minimarket, aneka makanan dan minuman, barbershop (pangkas rambut), depot isi ulang air, produksi es kristal, jasa menjahit, dan laundry pakaian.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalsel, Mulyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Lapas Batulicin, khususnya kepada Arifin Akhmad. Program-program ini dinilai sejalan dengan visi pemasyarakatan untuk membina warga binaan menjadi individu yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat.
“Lapas Batulicin telah membuktikan, dengan kreativitas dan pengelolaan yang baik, keterbatasan sumber daya bukanlah halangan. Saya mengapresiasi kerja luar biasa pak Arifin yang hanya dalam waktu sekitar 10 bulan mampu mengubah wajah lapas dengan berbagai fasilitas modern dan program produktif,” ujar Mulyadi.
Dengan adanya fasilitas klinik dan dapur sehat, diharapkan pelayanan kesehatan dan gizi bagi warga binaan semakin optimal.
Sementara itu, berbagai unit usaha di Pujasera sekaligus berfungsi sebagai sarana pelatihan kerja yang aplikatif, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah menjalani masa pidana.
“Banyak terobosan yang sudah dilakukan di Lapas Batulicin. Ada juga pujasera berbagai macam pelayanan, warga binaan juga tak perlu susah mencari diluar karena ada di koperasi kita dengan menyediakan berbagai macam kebutuhan,” katanya.
Peresmian ini turut disaksikan oleh jajaran Forkopimda setempat, Kepala Lapas Batulicin yang baru, Thoha Yahya Umar Sidiq, Kepala UPT Pemasyarakatan se-wilayah Batulicin dan di Kalsel, para pembina, serta warga binaan Lapas Kelas III Batulicin.(hdy)








Tinggalkan Balasan