Gelar FGD, Pemkab Tanbu Gandeng Polda Berikan Pemahaman Kemasyarakat dan Perusahan Hindari Konflik Lahan

Selasa, 15 Februari 2022 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Konfilk Lahan Kawasan Hutan Antara Masyarakat dan Perusahaan, Polda Kalsel Gandeng Pemkab Tanbu adakah FGD

Metrokalsel.co.id, Batulicin – Upaya meningkatkan pemahaman dan implementasi Regulasi Pertambangan Ilegal dan Strategi Penanganan Konflik Lahan kawasan hutan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, telah mengambil langkah pencegahan.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bersama Polda Kalimantan Selatan, sepakat untuk melakukan antisipasi dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Ebony Batulicin, Senin (14/2/2022).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dibuka secara langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkab Tanah Bumbu, Hj Mariani mewakili Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar.

Dalam pelaksanaan FGD, panitia pelaksana menghadirkan narasumber yang berkompeten dari berbagai kalangan diantaranya, Hendra Gunawan dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Moech Firman Fahara selaku Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah V Banjarbaru.

Selain itu, ada Warsita Kabid Perencanaan dan Pemanfaatan Dinas Kehutan Banjarbaru, Arya Subakti Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Perhutanan Sosial Dishut Kalsel, Khairul Mukminin Kasubbag Pemerintahan Umum Biro Pemporv Kalsel, Rony LP Kepala BPN Kab Tanah Bumbu dan Agus Purba Syabana Kabid Pertanahan Disperkimtan Tanah Bumbu.

Sementara pesertanya, dihadiri para Camat, dan sebagian Kepala desa seTanah Bumbu, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalsel dan perwakilan perusahaan.

Menurut Hj Mariani, pada permasalahan ini sering terjadi saat ada aktivitas usaha yang masuk konsesi Kawasan Hutan Industri (HTI) akibat ketidaktahuan dan minimnya informasi yang diterima masyarakat tentang batas kawasan hutan.

“ Disini kita hadir untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan kalangan pengusaha agar tidak salah langkah,” tuturnya.

Dia berharap melalui FGD ini Pemerintah daerah bersama semua pihak mampu menghasilkan satu pemahaman yang sama untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait aturan perundang-undangan terkait pengelolaan kawasan hutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FGD, Kasubdit Kamsus Ditintelkam Polda Kalsel, Kompol I Wayan Suwardiasa, menyampaikan FGD digelar sebagai bentuk koordinasi menyikapi sengketa lahan kawasan hutan yang marak terjadi sepekan terakhir ini yang dikhawatrikan akan berujung pada konflik sosial.

” Polda Kalsel bekerja sama dengan Pemkab Tanbu dan kabupaten lainnya mengambil langkah antisipasi menghindari kejadian serupa di daerah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan ini yang juga dihadiri oleh Suwardiyanto selaku GM PT Hutan Rindang Banua, yang mengatakan bahwa dengan terselenggaranya kegiatan FGD ini setidaknya dapat memberikan pemahaman lebih tentang UU Cipta Kerja No.11 tahun 2012 beserta turunannya khususnya perundangan tentang Hutan, Kehutanan, Kawasan Hutan dan kegiatan usaha yang ada dalam Kawasan Hutan.

“Semoga acara seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya karena melalui diskusi ini kita sama-sama dapat menambah lagi wawasan tentang perundang-undangan tersebut terlebih sanksi dan konsekuensi atas pelanggaran yang dilakukan,” Ungkap Suwardiyanto GM PT Hutan Rindang Banua.

Di acara FGD ini tak hanya mendengarkan sosialisasi dari narasumber saja, namun di acara tersebut juga turut dilakukan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber, seperti yang ditanyakan oleh beberapa kepala desa terkait status kepemilikan lahan warganya yang termasuk dalam kawasan Hutan Industri agar mendapatkan Win Win Solution dan terhindar dari sebuah konflik agar terus tercipta daerah bebas dari permasalahan lahan antara masyarakat dan perusahaan. (dat/mka)

Berita Terkait

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Lantik 21 Pejabat, Termasuk Pejabat Eselon II
Pantai Rindu Alam, Masih Menjadi Destinasi Tujuan Wisata di Tanah Bumbu dengan Rindangnya Pohon Pinus
Bupati Tanbu Salurkan Insentif untuk Guru Pondok Pesantren, Wujud Apresiasi atas Peran Mendidik Akhlak Sejak Dini
Sambut Tahun Baru 2026, Pemkab Tanah Bumbu Gelar Shalat Hajat Berjamaah
Bupati Andi Rudi Latif Launching Beasiswa BerAksi hingga Salurkan Insentif Guru Ponpes
Buka Kick Off Penyusunan RKPD 2027 Tanah Bumbu, Andi Rudi Tegaskan Komitmen Cegah Pengangguran dan Anak Putus Sekolah
Dahsyat! Jalan Santai Batfest Diikuti 30 Ribu Peserta, Hadiah Umroh Jadi 200 Paket
Bupati Andi Rudi Latif Buka BATFEST 2025, Momentum Gerakkan Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:25 WITA

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif Lantik 21 Pejabat, Termasuk Pejabat Eselon II

Sabtu, 3 Januari 2026 - 16:32 WITA

Pantai Rindu Alam, Masih Menjadi Destinasi Tujuan Wisata di Tanah Bumbu dengan Rindangnya Pohon Pinus

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:40 WITA

Bupati Tanbu Salurkan Insentif untuk Guru Pondok Pesantren, Wujud Apresiasi atas Peran Mendidik Akhlak Sejak Dini

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:31 WITA

Sambut Tahun Baru 2026, Pemkab Tanah Bumbu Gelar Shalat Hajat Berjamaah

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:49 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Launching Beasiswa BerAksi hingga Salurkan Insentif Guru Ponpes

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:19 WITA

Buka Kick Off Penyusunan RKPD 2027 Tanah Bumbu, Andi Rudi Tegaskan Komitmen Cegah Pengangguran dan Anak Putus Sekolah

Senin, 29 Desember 2025 - 14:15 WITA

Dahsyat! Jalan Santai Batfest Diikuti 30 Ribu Peserta, Hadiah Umroh Jadi 200 Paket

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:20 WITA

Bupati Andi Rudi Latif Buka BATFEST 2025, Momentum Gerakkan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru