Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengeluarkan edaran terkait pembatasan waktu beraktivitas bagi pelajar atau anak usia sekolah di tempat umum.

Kebijakan tersebut menjadi langkah preventif pemerintah untuk menjaga kedisiplinan, kesehatan, serta konsentrasi belajar generasi muda.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotabaru, H. Eka Saprudin, AP., M.AP., mengatakan edaran tersebut diterbitkan setelah Pemkab menerima laporan dan aspirasi masyarakat terkait kebiasaan sejumlah pelajar yang berkumpul hingga larut malam.

“Anak-anak usia 15 hingga 16 tahun masih dalam masa pertumbuhan dan pembentukan karakter. Pendekatan kesadaran dinilai lebih tepat daripada sanksi langsung,” ujar Eka saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (29/9/26).

Menurutnya, kebiasaan berkumpul hingga larut malam dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas pelajar di sekolah, seperti terlambat datang, mengantuk saat pembelajaran, menurunnya kehadiran, hingga berkurangnya konsentrasi belajar.

Eka menegaskan, edaran tersebut bersifat persuasif dan berupa imbauan. Kebijakan itu bukan dimaksudkan sebagai penegakan hukum secara kaku terhadap pelajar.

“Yang diatur adalah waktu dan kebiasaan berkumpul pelajar, agar tidak mengganggu jam istirahat serta kehadiran di sekolah keesokan harinya,” jelasnya.

Ia juga memastikan kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk membatasi aktivitas pelaku UMKM dalam melayani masyarakat.
Sebelum diterbitkan, edaran tersebut telah dikoordinasikan bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya Satpol PP, Kepolisian, dan dunia pendidikan.

Pemkab Kotabaru akan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan edaran tersebut. Pemerintah juga memberikan pengecualian terhadap kegiatan tertentu, seperti perayaan hari besar maupun acara resmi, sepanjang tidak mengganggu waktu masuk sekolah.

Eka berharap kebijakan tersebut dapat memperkuat peran bersama pemerintah, orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang generasi muda.

“Harapannya anak-anak terhindar dari pengaruh pergaulan yang kurang baik dan kembali berprestasi di sekolah,” pungkasnya. (ebt)