Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Musim kemarau menyebabkan debit air baku di Kabupaten Kotabaru menurun. Kondisi ini membuat PDAM Kotabaru menerapkan sistem penggiliran distribusi untuk menjaga pemerataan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kotabaru, H. Suriansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah agar pelayanan air bersih tetap berjalan di tengah keterbatasan debit air baku.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/9/2026).
Menurut Suriansyah, sejumlah aliran air baku saat ini diatur ulang agar pasokan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Aliran dari sumber diarahkan ke Gunung Sari, kemudian diteruskan ke Gunung Ulin dan Gunung Reli. Dari Gunung Ulin, sebagian pasokan juga dialihkan ke Gunung Reli,” ujarnya.

Selain pengaturan aliran, PDAM juga terus mengoptimalkan pengisian Waduk dan Danau Sebelimbingan sebagai upaya menambah cadangan air baku.

Penurunan debit air berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Embung Tirauwan, Layanan 4, Gunung Tirauwan dan Gunung Perak.

Untuk menjaga pemerataan, sistem penggiliran distribusi saat ini diterapkan di kawasan Gunung Sari, Gunung Reli dan Gunung Ulin. Sedangkan wilayah Gunung Pemandangan direncanakan segera menerapkan sistem serupa.

Suriansyah menjelaskan, jadwal distribusi air yang telah disampaikan kepada masyarakat dapat berubah sesuai kondisi debit air di lapangan.

“Misalnya yang semula dialirkan tanggal 21, bisa mundur ke tanggal 24 atau 25. Kami berupaya maksimal agar air tetap mengalir. Mohon maklum jika jadwal bergeser, ini demi membagi pasokan kepada semua warga,” katanya.

PDAM mengimbau masyarakat untuk terus memantau jadwal distribusi terbaru melalui Instagram dan media sosial resmi PDAM Kotabaru.

Sementara bagi warga yang belum mendapatkan aliran air ke rumah, RT setempat menyiapkan tandon penampungan air yang dapat dimanfaatkan secara gratis.

Masyarakat dapat mengambil air di lokasi tandon sesuai arahan Ketua RT dan warga sekitar.

Upaya menjaga ketersediaan air baku juga mendapat dukungan melalui dana CSR dan kerja sama dengan Bank Kalsel/BPD. Dukungan tersebut digunakan untuk operasional dan optimalisasi sumber air baku.

Termasuk pemanfaatan titik air di kawasan dekat Kantor Bupati yang kemudian dialirkan menuju Danau Sebelimbingan dan Waduk Gunung Sari.

PDAM Kotabaru memastikan berbagai langkah tersebut terus dilakukan agar pelayanan air bersih tetap berjalan dan distribusi dapat diberikan secara merata kepada masyarakat selama musim kemarau.(ebt)