Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin memperluas akses bacaan Warga Binaan melalui sirkulasi buku dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (14/9/26).

Ada Sebanyak 245 buku diserahkan sehingga total koleksi di Pojok Baca Lapas Batulicin kini mencapai 845 buku.

Penyerahan berlangsung di Pojok Baca Lapas Batulicin oleh Kepala Dispersip Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, kepada Lapas Batulicin yang diwakili Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan.

Buku-buku tersebut terdiri atas kategori pengetahuan umum, keterampilan, kesehatan, dan keagamaan untuk dimanfaatkan Warga Binaan selama menjalani pembinaan.

Koleksi dengan beragam tema itu memberi kesempatan kepada Warga Binaan untuk memilih bahan bacaan sesuai minat dan kebutuhan. Kehadirannya diharapkan dapat menambah wawasan, membentuk pola pikir positif, serta mendukung peningkatan kualitas diri.

Sirkulasi tersebut menjadi bentuk sinergi Lapas Batulicin bersama Dispersip Tanah Bumbu dalam memperluas akses literasi bagi Warga Binaan. Melalui program pinjam pakai, koleksi akan diperbarui setiap tiga bulan sehingga bahan bacaan tetap variatif dan relevan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengapresiasi dukungan Dispersip Tanah Bumbu melalui sirkulasi buku tersebut. Menurutnya, keberagaman koleksi dapat mendorong Warga Binaan memanfaatkan Pojok Baca sebagai ruang belajar.

“Kami menyambut baik sirkulasi buku dari Dispersip Tanah Bumbu karena memberikan lebih banyak pilihan bacaan bagi Warga Binaan. Pembaruan koleksi melalui program pinjam pakai juga membuat bahan bacaan tetap beragam dan dapat menunjang kegiatan pembinaan,” ujar Harry.

Kepala Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, menjelaskan sirkulasi buku merupakan bagian dari layanan literasi yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Pembaruan koleksi secara berkala dilakukan agar bahan bacaan yang tersedia tetap beragam dan sesuai kebutuhan pembaca.

“Program pinjam pakai ini menjadi salah satu cara untuk menjaga keberagaman bahan bacaan. Dengan pergantian koleksi setiap tiga bulan, kami berharap Warga Binaan terus memiliki kesempatan membaca buku dengan tema yang berbeda,” ungkap Yulia.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menilai dukungan Dispersip Tanah Bumbu memberikan manfaat bagi pembinaan Warga Binaan. Ia mendorong agar koleksi yang tersedia dimanfaatkan sebagai sarana belajar selama menjalani masa pembinaan.

“Pembinaan tidak hanya melalui keterampilan, tetapi juga melalui pengembangan wawasan dan pola pikir. Karena itu, kami mengapresiasi dukungan Dispersip Tanah Bumbu dan mengajak Warga Binaan memanfaatkan Pojok Baca secara optimal,” ujar Thoha.(hdy)