Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Ribuan warga memadati jalur karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Tanah Bumbu.

Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih yang digelar di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/26) ini, berlangsung meriah dengan diikuti peserta dari berbagai daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Mawar Sharon, Desa Hidayah Makmur dan Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat ini diikuti oleh sekitar 4.000 peserta jalan sehat dan 35 peserta karnaval. Mereka menampilkan beragam kostum maskot serta busana budaya Nusantara yang telah meraih juara di tingkat nasional.

Ketua Panitia Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih, Beny yang akrab disapa Om Bens, menyebut antusiasme tahun ini sangat tinggi. Ia mengungkapkan, peserta tidak hanya berasal dari Batulicin sebagai tuan rumah, tetapi juga dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan seperti Banjarmasin, Kotabaru, Banjarbaru, dan Hulu Sungai.

“Alhamdulillah, tahun ini antusiasme peserta luar biasa. Selain dari tuan rumah Batulicin, peserta juga datang dari luar Tanah Bumbu, seperti Banjarmasin, Kotabaru, Banjarbaru dan Hulu Sungai,” ujar Beny, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang telah berlangsung selama empat tahun ini bertujuan untuk memperkenalkan serta menumbuhkan kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap budaya lokal dan budaya Kalimantan Selatan. Beny berharap karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan pengenalan kekayaan daerah kepada generasi penerus.

Ia menjelaskan, kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja sama panitia, dukungan swadaya masyarakat, serta kontribusi para sponsor. Selain karnaval, panitia juga menyediakan ratusan doorprize menarik bagi peserta jalan sehat.

Beny pun berharap Karnaval Mawar Sharon Cenderawasih dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan terus berkembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat serta semakin luas budaya lokal Kalimantan Selatan dikenal,” pungkasnya.(hdy)