
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Masyarakat memadati halaman Pasar Limbur Raya, Kabupaten Kotabaru, Kamis (20/8/26). Mereka antusias berbelanja berbagai kebutuhan pokok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Kotabaru.
Kegiatan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kotabaru tersebut berlangsung selama dua hari, 20-21 Agustus 2026, dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan”, pembukaan GPM dilakukan Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, mewakili Bupati Kotabaru.
Kegiatan turut dihadiri TPID Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua DPRD Kotabaru, Forkopimda serta masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan sejumlah bahan pangan dengan harga terjangkau.
Di lokasi yang sama, turut digelar Bazar Dagang 2026 yang melibatkan pelaku UMKM, wirausahawan lokal, komunitas, produsen hingga distributor.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotabaru, H. M. Maulidiansyah, mengatakan bazar tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mempromosikan sekaligus memasarkan produk secara langsung kepada konsumen.
“Selain untuk memeriahkan rangkaian acara kemerdekaan, kegiatan ini juga bertujuan memfasilitasi para pelaku usaha untuk mempromosikan dan memasarkan produk secara langsung kepada konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas jangkauan pasar bagi produk lokal Kotabaru.
Selain bazar, perhatian juga diarahkan pada Program Jukung Pangan atau Jaringan Distributor Pendukung Pangan. Program ini merupakan hasil sinergi TPID Kabupaten Kotabaru bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan.
Program Jukung Pangan nantinya menjadi pusat distribusi pangan mini, khususnya untuk menjangkau wilayah perairan dan pesisir Kotabaru.
“Jukung pangan menjadi garda terdepan untuk menstabilkan harga dan menyalurkan bahan pokok penting seperti beras SPHP, minyak goreng, cabai dan telur secara langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Maulidiansyah menegaskan, program tersebut juga bertujuan memangkas rantai distribusi yang panjang dan tidak efisien.
Dengan memperpendek jalur distribusi serta mengurangi ketergantungan terhadap rantai tengkulak, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Ini juga langkah nyata kita dalam mengintervensi pasar, menjaga keterjangkauan harga, serta menekan laju inflasi daerah,” pungkasnya.(ebt)








Tinggalkan Balasan