Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali menunjukkan produktivitas pembinaan kemandirian melalui budidaya ulat maggot di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kamis (13/8/26).

Budidaya maggot dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses perawatan agar dapat berkembang secara optimal. Setiap gram telur maggot berpotensi dikembangkan menjadi sekitar 2 kilogram ulat maggot apabila dikelola dengan baik.

Hasil panen selanjutnya dikembangkan kembali melalui proses penetasan telur hingga menjadi baby maggot. Siklus tersebut terus dijaga agar budidaya maggot di Lapas Batulicin dapat berlangsung produktif dan berkelanjutan.

Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk mendukung kegiatan pembinaan kemandirian lainnya, seperti ayam petelur, bebek, dan ikan lele. Pemanfaatan tersebut menciptakan keterhubungan antarsektor pembinaan sekaligus membantu mendukung efisiensi kebutuhan pakan di lingkungan Lapas Batulicin.

Petugas Pendamping Pembinaan Lapas Batulicin, Muhammad Subhan Abdi, mengatakan pengembangan maggot dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan warga binaan dalam proses perawatan dan pengelolaannya. Menurutnya, hasil budidaya tidak hanya menjadi produk tersendiri, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung program peternakan dan perikanan.

“Budidaya maggot terus kami kembangkan agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan pakan ayam, bebek, dan ikan lele. Prosesnya kami jaga secara berkelanjutan sehingga setiap hasil panen dapat kembali dikembangkan,” ujar Muhammad Subhan Abdi.

Salah seorang warga binaan berinisial H mengatakan dirinya bersama warga binaan lainnya siap menjaga keberlanjutan budidaya maggot sebagai bagian dari kegiatan pembinaan yang produktif.

Menurutnya, pengelolaan yang konsisten dapat menjadikan maggot sebagai sumber pakan yang terus memberikan manfaat bagi berbagai sektor pembinaan di Lapas Batulicin.

“Kami siap menjaga dan mengembangkan budidaya maggot ini agar terus memberikan manfaat bagi Lapas Batulicin,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menyampaikan budidaya maggot menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan pada kegiatan produktif dan memiliki nilai manfaat. Ia berharap pengembangan maggot terus dilakukan sehingga mampu mendukung sektor pembinaan lainnya sekaligus meningkatkan keterampilan warga binaan.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memiliki manfaat yang berkelanjutan. Budidaya maggot tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mengajarkan warga binaan tentang ketekunan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kegiatan produktif lainnya,” kata Thoha Yahya.(hdy)