
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menanggung seluruh biaya penanganan korban kecelakaan maut yang melibatkan mobil pikap pengangkut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan truk tangki di jalur alternatif Batulicin–Banjarbaru, Sabtu (1/8/26) siang kemarin.
Biaya ditanggung mulai dari proses evakuasi di lokasi kejadian hingga pemulangan korban ke keluarga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanah Bumbu, Ir. Muhammad Risdianadi, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk meringankan beban keluarga korban di tengah situasi duka. Koordinasi lintas instansi dan dengan pihak universitas terus dilakukan untuk memastikan penanganan maksimal.
“Prinsipnya, penanganan korban di lapangan hingga proses evakuasi menjadi perhatian penuh pemerintah daerah. Terkait perkembangan di lapangan maupun unsur perusahaan yang terlibat, kami menunggu hasil laporan resmi kepolisian agar penanganan sesuai prosedur,” ujar Risdianadi .
Kecelakaan terjadi di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, sekitar pukul 11.30 Wita. Truk tangki yang melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin diduga hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan dan menabrak pikap rombongan mahasiswa yang hendak berlibur ke kawasan Sungai Alut.
Insiden ini menewaskan tujuh orang: lima mahasiswa KKN, sopir pikap, dan sopir truk tangki. Korban mahasiswa terdiri dari dua Universitas Lambung Mangkurat (ULM)—Abdi Cahaya Girsang (Fakultas Kehutanan) dan Muhammad Ramadhani (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)—serta tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan.
Satu mahasiswa ULM, M. Fahrizal Hasbi, mengalami luka berat dan telah dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin. Program KKN dihentikan sementara oleh pihak kampus dan 13 mahasiswa ULM lainnya dipulangkan untuk pemulihan trauma.
Para mahasiswa merupakan peserta KKN Tematik Lingkungan Hidup yang ditempatkan di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.(hdy)








1 Komentar
https://shorturl.fm/qKpNk