
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin tenggara, PT Borneo Indobara (BIB) terus mengintensifkan upaya pengendalian debu di area pelabuhan dan sekitarnya.
Perusahaan juga menggandeng Pemerintah Desa Mekar Jaya dalam forum diskusi untuk menyusun strategi kolaboratif menghadapi dampak fenomena alam tersebut.
Departemen External Relation PT BIB, R. Lington, Minggu (2/8), mengatakan perusahaan telah menyiapkan langkah tanggap darurat untuk meminimalkan dampak debu akibat cuaca ekstrem. Menurutnya, meskipun sistem pengendalian debu di area pelabuhan telah berjalan, kondisi musim kemarau dan arah angin mengharuskan adanya penguatan berbagai upaya pengendalian.
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan bapak kepala desa dan ketua-ketua dusun untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Kami sepakat menghadapi fenomena alam ini bersama, dan kami memiliki langkah tanggap darurat,” ujar Lington.
Sebagai langkah jangka pendek, PT BIB menambah dua unit pompa spraying dan tambahan jalur pipa induk untuk meningkatkan tekanan dan distribusi air di seluruh area operasional pelabuhan, meliputi crushing plant, stockpile, BLC, dan area operasional lainnya. Selain itu.
PT BIB mengoptimalkan sistem pengendalian debu melalui 80 titik dust suppression yang tersebar di area hopper, conveyor, crushing plant, stockpile, hingga BLC. Sistem tersebut berfungsi menekan debu agar tidak beterbangan sehingga kualitas udara di area operasional tetap terjaga.
Perusahaan juga mengerahkan tiga unit water truck berkapasitas 20.000 liter. Masing-masing unit melakukan tujuh kali penyiraman pada setiap shift untuk menjaga kelembapan jalan operasional dan menekan debu.
Menanggapi kebutuhan masyarakat, PT BIB juga menyediakan water truck untuk melakukan penyiraman jalan di lingkungan Desa Mekar Jaya guna membantu mengurangi debu yang masuk ke kawasan permukiman.
Selain itu, perusahaan menyalurkan bantuan berupa masker, alat pel, dan cairan pembersih lantai kepada 1.026 penerima manfaat secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat selama musim kemarau.
Sebagai langkah jangka panjang, PT BIB menyiapkan tambahan pasokan air dari kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan air mencapai 6.600.000 meter kubik. Sumber air tersebut akan memperkuat keberlanjutan sistem pengendalian debu, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
Selain itu, perusahaan juga telah merencanakan program penghijauan di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak debu secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Mekar Jaya, Kecamatan Angsana, Yono, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PT BIB. Menurutnya, selain memberikan kontribusi terhadap perekonomian desa, perusahaan juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya saat musim kemarau panjang dan angin tenggara membawa debu ke kawasan permukiman.
“Kami pemerintah desa melihat upaya cepat dari perusahaan, seperti pemanfaatan sumber air dan pemasangan pipa untuk menekan debu. Respons ini sangat positif,” ujarnya.
Yono menambahkan bahwa di kawasan tersebut memang terdapat beberapa perusahaan lain yang juga melakukan langkah pengendalian debu dan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Namun, menurutnya, PT BIB menunjukkan respons yang cepat melalui berbagai upaya nyata untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada perusahaan karena telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan debu ini,” tutupnya. (hdy)








Tinggalkan Balasan