Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Di bawah langit pagi yang cerah, Masjid At Taubah yang berada di dalam Lapas Kelas III Batulicin menjadi saksi pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Barisan warga binaan, petugas, dan undangan tampak rapi melaksanakan salat berjemaah. Gema takbir, tahmid, dan tahlil menggema lembut, menembus dinding tinggi lapas, mengingatkan bahwa cahaya iman tak pernah padam meskipun raga terbatas oleh ruang.

Salat Ied dipimpin langsung oleh Khairil Mahdi dari Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu. Suasana ibadah berlangsung khusyuk. Sementara itu, khotbah Idul Adha disampaikan dengan mengangkat pesan keteladanan Nabi Ibrahim AS serta makna keikhlasan dalam berkurban.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, turut hadir dan menyapa langsung para jemaah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Idul Adha menjadi momentum untuk membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

“Di tempat ini, kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego dan menumbuhkan harapan baru,” ujarnya.

Usai pelaksanaan salat, prosesi penyembelihan hewan kurban berlangsung tertib di area lapas. Hewan kurban yang diterima tahun ini berasal dari berbagai pihak, antara lain:

Kambing:

· Bank BRI: 1 ekor
· Kejaksaan: 1 ekor

Sapi:

· Keluarga warga binaan: 1 ekor
· Warga binaan: 1 ekor
· PT Dorisfa Madu Jaya: 1 ekor
· PT Jhonlin: 1 ekor
· Vendor Bama Lapas Batulicin: 1 ekor

Daging kurban yang terkumpul kemudian dikemas rapi. Sebanyak 170 bungkus daging dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan lapas sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan di hari yang suci.

Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik tembok lapas, masih ada ruang untuk berbagi, memaafkan, dan merajut harapan. Idul Adha di Masjid At Taubah bukan sekadar ritual, melainkan kisah tentang manusia yang terus belajar kembali kepada kemanusiaannya.(hdy)