Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Penumpang Kapal Ferry KMP Jembatan Musi II sempat terombang ambing di laut saat menyebrang dari Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru. Pasalnya, mesin kapal tiba-tiba mati usai lepas landas dari pelabuhan Batulicin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (9/5/26) malam, rute Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru.

Penumpang merasa terkejut saat tiba-tiba mati lampu di ruang penumpang dan susul mesin kapal yang tiba-tiba mati.

Arman, menceritakan kejadian yang dialaminya, saat hendak menyebrang ke Tanjung Serdang Kotabaru. Dimana saat itu, Kapal KMP Jembatan Musi II rute Batulicin – Tanjung Serdang, berangkat sekitar pukul 19.40 wita.

Namun tidak berselang lama sesudah lepas tali, lampu di bagian penumpang mati dan diberi penerangan lampu emergency, dan kapal tetap jalan, sekitar 10 Menit kemudian, mesin kapal mati total tidak jauh dari Pelabuhan Batulicin.

“Kurang lebih satu jam lamanya kapal tidak hidup, baru ada KMP Mahakam mendekati dan bersampingan persis dengan KMP Jembatan Musi II, kurang mengerti memberikan bantuan apa tapi melakukan perbaikan,” katanya.

Sempat kelaparan, ia pun pesan makanan di kantin kapal dan itu diberikan secara gratis sebagai kompensasi keterlambatan.

Pada pukul 22.29 Mesin sudah menyala kembali namun masih dilakukan pengecekan kembali kepada mesin. Setelah itu, kapal kembali sandar ke Pelabuhan Batulicin pada pukul 22.56 wita.

“ Saat sandar lagi ke pelabuhan Batulicin, kami semua penumpang di alihkan ke KMP
LEMURU dan diberangkatkan pada pukul 23.15 wita menuju tanjung serdang dan sampai di pelabuhan pukul 23.58 wita,” katanya.

Terpisah, General Manager PT ASDP Cabang Batulicin, Adrian, saat dikonfirmasi pada Senin (11/5/26) membenarkan ada peristiwa tersebut namun semuanya sudah aman terkendali.

“ Kejadiannya mati lampu dan mesin mati, setelah dapat kabar, saya minta langsung kembali ke pelabuhan dan diantar lagi menggunakan kapal lainnya. Ini menjadi perhatian kami, dan akan kami evaluasi lagi,” katanya.

Kapal KMP Jembatan Musi II ini adalah anak perusahaan ASDP, dan ia juga sudah mengingatkan semua manager agar melakukan pemeriksaan kondisi kapal yang ada sebelum berlayar.

Ia juga mengakui, kapal tersebut memang juga sudah berumur namun masih layak untuk berlayar. “Semua masih layak, kalau tidak layak maka tidak akan dapat izin berlayar dari KSOP. Yang jelas pengawasan terhadap kapal akan kami tingkatkan lagi,” katanya.(hdy)