
Metrokalsel,co.id,KOTABARU – Kebakaran melanda sebuah rumah barak di Desa Tarjun, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Rabu (29/4/26) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA.
Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya. Hal ini dibenarkan Kepala Satpol PP dan Damkar Kotabaru, Drs. Yudi Ridhani, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Bangunan yang terbakar merupakan rumah berbahan kayu berbentuk barak dengan tujuh pintu, yang dihuni oleh tujuh kepala keluarga (KK).
Adapun korban terdampak masing-masing bernama Simon, Rahmadi, Fahmi, Hadran, Amat, Fatmawati, dan Yusran.
“Diduga sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik, dengan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh penghuni barak kehilangan tempat tinggal dan saat ini untuk sementara diungsikan ke rumah keluarga maupun tempat lain.
Api berhasil dipadamkan dengan bantuan armada pemadam kebakaran dari perusahaan sekitar, yakni PT Indocement Tarjun dan PT SMART, dibantu aparat Polsek, Koramil, serta masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Desa Tarjun, Suryadi, mengungkapkan harapannya agar seluruh elemen masyarakat dapat turut membantu meringankan beban korban.
“Kami berharap bantuan berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai. Ini yang paling utama saat ini,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak korban yang masih bersekolah agar aktivitas pendidikan mereka tidak terganggu.
“Selain itu, kita juga perlu terus berkoordinasi untuk jangka panjang, bagaimana warga yang terdampak ini bisa terbantu semampu kita,” tambahnya.
Suryadi menyebutkan, bantuan sementara sudah mulai berdatangan dari masyarakat berupa pakaian dan donasi, serta dari pihak kecamatan berupa sembako. Sementara dari pemerintah daerah masih dalam tahap pendataan korban.
Ia juga mengimbau masyarakat Desa Tarjun untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
“Kita harus lebih berhati-hati, terutama saat memasak dan menggunakan instalasi listrik, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (ebt)








Tinggalkan Balasan