Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Membanggakan! Sosok pelajar di Kabupaten Tanah Bumbu, mendapatkan penghargaan dari sebuah inovasi dan terobosan yang dibuatnya, yaitu teknologi berbasis lalu lintas.
Pelajar ini bernama Dzaky Ashraf Ramadhan yang masih duduk dibangku kelas XI A SMAN 1 Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Remaja berprestasi ini menjadi aset yang membanggakan, mengharumkan nama Kabupaten Tanah Bumbu ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia berhasil juara. Prestasi itu diraih diajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025.
Alat yang dibuatnya adalah Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) atau disingkat dengan sebutan SIPELIT BAYU.
Alat ini dibuat seperti kincir angin yang berputar dan mengeluarkan tenaga listrik membuat lampu yang dipasang bisa hidup dan terang benderang.
Inovasi inilah yang membuatnya juara ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Prestasinya ini ternyata bukan yang pertama bahkan sudah ada inovasi yang sudah diikut sertakan ke tingkat Nasional.
Ia yang suka mendalami sesuatu terutama dalam hal teknologi seperti membuat aplikasi ataupun membuat alat-alat yang inovatif, terus belajar dan berkembang.
Alhasil, sebelumnya ia pernah membuat alat bernama Si KeBAP atau pendeteksi kebakaran banjir dan gempa yang juga pernah lolos sampai ke nasional.
“Saya memang suka teknologi, karena saya sadar semakin maju dunia, teknologi semakin diperlukan. Jadi saya ingin mendalami itu untuk membantu manusia dalam mempermudah pekerjaannya karena saya yakin kalau saya membantu manusia dalam pekerjaannya atau menyelamatkan manusia itu Insya Allah jadi pahala jariyah untuk diri saya sendiri,” ungkap pelajar ini.
Yang terbaru, alasan ia membuat membuat Sistem Pembangkit Listri Bertenaga Angin ini karena di daerahnya lebih tepatnya di Angsana itu sangat-sangat sering terjadinya pencurian aki. Misalnya saja, pencurian seperti di persimpangan dekat rumahnya, ada lampu kuning peringatan. Namun baru beberapa saat dipasang, akinya langsung hilang.
Informasi yang ia kumpulkan, Dinas Perhubungan Tanah bumbu akhir-akhir ini kehabisan cadangan aki. Persoalan lain yang membuat pelajar ini penasaran, banyak lampu jalan yang rusak tetapi kurang cepat untuk diperbaiki.
Yang diketahuinya, ketika di Pemerintahan itu, tidak bisa langsung begitu saja mengganti tetapi ada proses birokrasinya dan perlu waktu yang cukup lama. Sehingga ia membuat alat yang bisa mendeteksi kerusakan lampu ataupun aki yang hilang, misalnya saja dicuri.
“ Jadi, saya juga ciptakan alat pendeteksi yang saya beri nama PJU Legend. Ketika ada kerusakan atau hilang dicuri, langsung dapat notifikasi, jadi bisa lebih cepat termonitor. Saya harapkan dapat mempermudah perawatan PJU kedepannya,” kata dia kepada metrokalsel.co.id, Jumat (29/8/2025).
Kini ukiran prestasi ini telah mencatatkan namanya di tingkat Provinsi Kalsel. Sebab Dzaky tampil luar biasa dalam ajang bergengsi yang diikuti oleh pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan sekolah serta bimbingan intensif dari guru pembina, Shinta Uky Septiyani, yang dengan sabar mendampingi Dzaky hingga mampu menunjukkan performa terbaiknya.
Kepala SMA Negeri 1 Angsana, Maryudi, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas prestasi anak didiknya.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Dzaky. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa SMA Negeri 1 Angsana mampu bersaing dan berkontribusi dalam isu-isu penting di tengah masyarakat, salah satunya keselamatan lalu lintas,” ungkapnya.
Ia berharap, apa yang telah diraih Dzaky bisa dicontoh anak-anak lainnya agar bisa berprestasi dan membanggakan sekolah, daerah dan orang tuanya.(hdy)