Metrokalsel.co.id,BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melaksanakan uji coba rekayasa lalu lintas di Bundaran Simpang 4 (depan SPBU) pada Sabtu ( 24/1/26) pukul 08.00 WITA.
Langkah ini diambil sebagai upaya mengurai kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di titik tersebut, yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan.
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Lisha Halaby, turun langsung ke lapangan untuk melihat uji coba tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang mana ia menyampaikan, skema rekayasa ini dirancang dengan memperhatikan pola arus kendaraan.
“Rekayasa ini kami lakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai kemacetan yang sering terjadi, terutama pada jam sibuk. Kami berupaya mencari solusi terbaik melalui uji coba yang terukur,” ujarnya.
Secara teknis, rekayasa mengatur lalu lintas dari arah Jl. A. Yani (dari Martapura) yang akan dialihkan ke Jl. P.M. Noor. Sistem putar balik kemudian diatur berdasarkan jenis kendaraan:
· Kendaraan Roda 2: Putar balik di Jl. Samping Kantor Kelurahan Sungai Besar.
· Kendaraan Roda 4: Putar balik di Jl. Bhayangkara (belakang RS Permata Husada).
· Bus dan Truk (sumbu 3 ke atas): Putar balik di Jl. H. Bakhran (seberang Jalan Budi Waluyo).
Petugas kepolisian lalu lintas dan dinas perhubungan dan pihak terkait telah disiagakan untuk mengarahkan pengendara dan memastikan kepatuhan. Masyarakat diimbau untuk mengikuti rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
“Kami harap seluruh pengguna jalan dapat bekerja sama. Uji coba ini akan kami pantau selama beberapa hari ke depan. Jika dinilai efektif, akan kami pertimbangkan untuk diterapkan permanen. Namun jika justru menimbulkan kemacetan baru, kami siap mengevaluasi dan mencari opsi solusi lain,” jelas Hj. Lisha Halaby.
Uji coba ini merupakan bagian dari upaya mitigasi titik kemacetan oleh Pemerintah Daerah Kota Banjarbaru. Dukungan dan kedisiplinan masyarakat dinilai kunci utama dalam menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, nyaman, dan lancar. (hdy)








