Rabu, 1 Desember 2021
banner-iklan-header

Sejumlah Penjaja Cinta di Tanbu, Gunakan Aplikasi Ini Untuk Open BO

Kamis, 31 Desember 2020 10:00
Ilustrasi PO_1
BANNER-ARCHIVE

(Ilustrasi dok Internet) Ilustrasi Prostotusi online menggunakan aplikasi

BATULICIN, Metrokalsel.co.id – Belakangan pihak kepolisian mendapati banyak sejumlah kegiatan prostitusi online melalui media sosial, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan artis.

Nah bagaimana kondisi di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Provinsi Kalimantan Selatan, apakah ada ptostitusi online atau tidak melalui sebuah aplikasi ?

Untuk membuktikan itu, jurnalis media online Metrokalsel.co.id, melakukan investigasi di bulan Desember 2020 sebelum akhir tahun melalui aplikasi MiChat.

Fakta yang ditemukan, ternyata benar adanya banyak perempuan yang mencari pria hidung belang melalui Open Booking Out (BO) di aplikasi MiChat.

Prostitusi online ini menggunakan aplikasi MiChat yang dapat didownload di playstore oleh siapa saja, tinggal dibuka aplikasinya maka akan terlihat para penjaja seks komersial yang siap memberikan kepuasan kepada lelaki hidung belang yang berada di sekitar.

Baca Juga : Akhir Tahun 2020, Polsek Satui Ungkap Kasus Persetubuhan Anak dan Pencurian

Sesuai data hasil investigasi pantauan awak media dilapangan, Minggu 13 Desember 2020 ada beberapa hotel dan penginapan di Batulicin yang kurang teliti untuk menerima tamu yang berpasangan diluar nikah.

Prostitusi online via aplikasi MiChat kian menjamur di Kota Tanah Bumbu, penggunanya pun didominasi para wanita.

Sebagian pengguna aplikasi tersebut memberikan berbagai tawaran cinta yang menjurus ke transaksi seksual di dalamnya.

Dalam melancarkan aksinya, para wanita penjaja cinta ini sengaja menampilkan foto seksi untuk menarik para pelangganya dn mencantumkan kata BO.

Salah satu wanita penjajak cinta di aplikasi MiChat, Mawar (Nama disamarkan) mengaku banyak dari teman seprofesinya yang mejalankan bisnis melalui aplikasi tersebut.

Dari penelusuran media ini, gadis yang masih belia lantaran masih berusia 19 tahun itu tampak menuliskan BO dalam status Michatnya. Hingga akhirnya, metrokalsel.comid pun mencoba melakukan pendalaman perihal bisnis prostitusi online ini dengan masuk sebagai pengguna dan pelanggan.

Baca Juga : Kapolres Tanbu Sebut, Kasus KDRT dan Persetubuhan Masih Tinggi

Saat mengirim pesan singkat berbentuk pertanyaan booking order atau Open BO, Mawar pun langsung menyebut jumlah bayaran sesuai durasi untuk menikmati kemolekan tubuhnya.

Selain itu, Mawar yang berasal dari luar Kota Tanah Bumbu ini pun melanjutkan dengan mengirimkan lokasi hotel tempat ia biasa bermain cinta bersama pelangganya.

“Kalau di hotel sini aman kak. Saya selalu mangkal disini. Open BO Rp 700 ribu 1 kali crot full service bisa nego cash dikamar, kalau mau tinggal datang saja,” ajaknya perempuan ini.

Mawar juga menjelaskan sudah hampir dua tahun ia melakukan praktik prostitusi online. Menurutnya, banyak keuntungan yang dia dapat dengan transaksi seksual melalui aplikasi MiChat.

Wanita yang masih berusia 19 tahun ini kembali mengaku kebanyakan pelangganya yaitu seorang pelajar, mahasiswa hingga para pekerja swasta.

Setelah itu, media ini pun juga mencoba melakukan pencarian pertemanan yang terdapat pada pilihan aplikasi MiChat ini.

Setelah hasil pencarian itu muncul, awak media pun dibuat geleng-geleng kepala. Pasalnya, dalam penelusurannya, hampir semua pengguna dalam aplikasi MiChat ini didominasi wanita dengan menuliskan status BO, pijat, dan lain-lainnya yang menjurus ke transaksi seksual.

Terpisah saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Trantibum dan Linmas pada Satpol PP Tanbu, Aulia Hadi Waluyo Perdana,S.Spp, mengatakanedia sosial memang jadi sasaran empuk untuk melakukan transkasi.

Informasi melalui aplikasi MiChat ini sebenarnya bagus apabila diperuntukkan hal yang benar dan bermanfaat. Namun, sebagian besar justru menggunakannya untuk hal negatif.

” Memang selama ini kita tidak menutup mata, aplikasi ini sering disalah gunakan karena itu sudah ranahnya masuk prostitusi online jadi itu yang mengatur adalah undang-undang KUHP, ” tambahnya.

Namun pada saat Satpol PP sweping ke hotel-hotel yang ada di Tanah Bumbu, bila ditemukan dan ada buktinya yang bersangkutan memesan melalui michat, selanjutnya jajarannya akan bekerja sama dengan koordinator pengawasan dan pengamatan di reskrim Polres Tanah Bumbu.

” Tetapi misalkan ada laporan dari masyarakat bisa saja melaporkannya pada kami dan akan bergerak bekerjasama dengan Polres Tanah Bumbu untuk melaksanakan kegiatan,” ungkapnya. (mka02)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Samsir Resmi Dilantik Menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanbu, Ini Kisah Perjalannya

Kepala Dinas PMD Tanbu dan Siti Hardianti Saat Potong Tumpeng di Kantornya Metrokalsel.co.id, BATULICIN –…


Polres Kotabaru Kirimkan Bantuan 100 Paket Sembako ke Korban Banjir HST

Kapolres Kotabaru saat melepas keberangkatan truk bantuan sosial ke HST Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Polres Kotabaru…


Zairullah Azhar Serahkan Al-Qur’an dan Buku Iqra Untuk Warga Dusun Hawakai di Pedalaman

  Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup…


Kejurprov Angkat Berat Dari Kontingen Kotabaru Meraih Medali Perunggu

Atlet Kotabaru saat Tampil di Kejurprov Angkat Berat di Banjarmasin Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Sebanyak 42…


Sebanyak 32 Rumah Warga Desa Maradapan Rusak Akibat Tanah Longsor

Ada 32 Rumah Warga Desa Maradapan Rusak Akibat Tanah Longsor  Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Pukuhan rumah…