
Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Puncak perayaan Pesona Budaya Maritim Mappanre Ritasie yang digelar di laut Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, akhirnya terlaksana dengan khidmat dan meriah.
Sejumlah ritual adat kembali dilaksanakan di tengah laut, diiringi puluhan kapal hias yang menyedot perhatian masyarakat dan para pejabat yang hadir.
Rangkaian ritual dimulai saat para rombongan turun ke dermaga dan naik kapal. Saat tiba ditengah lut dititik yang ditentukan, Sandro melaksanakan ritual dengan melakukan pembersihan parang dan kemudian dilanjutkan dengan melarutkan ketan hitam dan putih beserta telur, buah pisang ke laut.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan ayam yang kemudian dilempar kelaut dan diperebutkan oleh warga yang berada di atas kapal di tengah laut.
Pantauan metrokalsel.co.id, Suasana semakin semarak ketika potongan ayam tersebut langsung menjadi rebutan warga sebagai simbol keberkahan dan rezeki.
Seluruh prosesi ritual dipimpin langsung oleh seorang sandro (unsur pemimpin adat) yang mengenakan pakaian serba kuning, didampingi oleh Ketua Lembaga Adat Ogie Pagatan, Fawahisah Mahabbatan.
Pada prosesi ritual melarung ini juga dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Yulian Herawati, Staf Ahli Gubernur Kalsel, Ruzman, Wakil Ketua DPRD DPRD H Hadanuddin dan Sya’bani Rasul serta anggota DPR RI H Sudian Noor.
Kehadiran para pejabat daerah dan pusat tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya maritim yang menjadi warisan leluhur di Bumi Tuntung Pandang.
Sekda Yulian Herawati dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan ritual yang tetap menjaga tradisi dan kearifan lokal.
“Dengan adanya Mappanre Ritasie ini, kita tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat pesisir yang mana ini adalah budaya warga Bugis Pagatan dan Pemerintah Daerah memberikan dukungan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Ade Ogi, Fawahisah Mahabbatan mengatakan, berterimakasih atas dukungan Pemerintah Daerah untuk kegiatan tersebut. Kegiatan ini telah menonjolkan budaya maritim dan banyak sekali kegiatan suku bugis yang dilaksanakan yang juga tentunya ada hiburan artis ibukota dan lokal.
“ Harapan kita kedepannya akan kita tingkatkan lagi karena selama kegiatan juga untuk mendukung program pemerintah dengan melibatkan UMKM dan pelestarian budaya. Banyak lomba-lomba tradiosional termasuk kegiatan Mallobo Kampung, Masukkiri dan kegiatan lainnya,” katanya.
Sekadar diketahui, perayaan Mappanre Ritasie sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Pagatan yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut serta membersihkan diri dari segala bala. (hdy)








Tinggalkan Balasan