Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Laga Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Tanah Bumbu 2026 dalam rangka HUT Tanah Bumbu ke-26 di Lapangan 7 Februari Pagatan diwarnai kontroversi keputusan wasit, Sabtu (18/4/2026).

Pertandingan antara Teluk Aru FC melawan Lebah FC Tanbu pada gim kedua lanjutan putaran kedua berujung protes keras dari kubu Teluk Aru FC.

Kapten Teluk Aru FC, Sutiar, Minggu (19/4/2026), menilai keputusan wasit bersama asisten wasit tidak tegas dan merugikan timnya.

“Keputusan di lapangan seharusnya tidak ragu-ragu. Ini sangat mengecewakan dan mencederai sportivitas,” ujarnya.

Menurutnya, kekecewaan tidak hanya dirasakan pemain, tetapi juga suporter dan penonton yang sempat bersorak karena menilai bola tidak masuk. Selain itu, sebelumnya juga diduga terjadi pelanggaran keras oleh pemain Lebah FC yang luput dari perhatian wasit.

Sementara itu, Kepala Desa Teluk Aru, Julamin, melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa terjadi perbedaan penilaian terkait gol yang diputuskan.

“Sebagian pihak menyatakan bola tidak masuk, namun asisten wasit di sisi kanan lapangan menyatakan sebaliknya.

Penonton pun bersorak bahwa bola tidak masuk, tetapi wasit tetap mengikuti keputusan tersebut,” jelasnya.

Akibat keputusan itu, Teluk Aru FC menyatakan sikap tegas dengan menolak melanjutkan pertandingan apabila gol tetap disahkan. Mereka bersedia melanjutkan laga jika skor tetap 0-0 dengan sisa waktu sekitar 25 menit.

Namun karena keputusan tidak berubah, Teluk Aru FC akhirnya memilih meninggalkan lapangan (walk out) pada pukul 17.20 WITA.

Pertandingan tersebut turut dihadiri Ketua KONI Kotabaru Awaludin, Ketua Komisi II DPRD Abu Suwandi, Kepala Desa Teluk Aru, serta para suporter dan tamu undangan.

Insiden ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia pelaksana untuk menjaga sportivitas dan meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit pada pertandingan selanjutnya. (ebt)