
Metrokalsel.co.id,KOTABARU – Keluhan warga Kecamatan Pulau Sembilan terkait tingginya biaya transportasi laut untuk merujuk pasien darurat mendapat respon positif dari Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi.
Hal tersebut disampaikan Abu Suwandi kepada awak media, Sabtu (7/3/2026). Ia akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat agar pelayanan, khususnya dalam kondisi darurat, dapat lebih optimal.
Menurutnya, mahalnya biaya transportasi laut kerap terjadi saat tidak adanya kapal perintis yang beroperasi. Kondisi ini memaksa warga menggunakan transportasi alternatif dengan biaya tinggi untuk membawa pasien menuju rumah sakit di Kotabaru.
“Ini tentu menjadi perhatian serius, apalagi menyangkut keselamatan warga dalam kondisi darurat,” ujarnya.
Abu Suwandi menjelaskan, saat ini pengadaan kapal kayu tidak lagi diperbolehkan. Meski demikian, pihaknya tetap akan berupaya mencari solusi agar kebutuhan transportasi masyarakat dapat terpenuhi.
Ia menambahkan, upaya tersebut akan ditempuh melalui berbagai jalur, baik melalui pokok-pokok pikiran (pokran) dewan maupun program sektoral pemerintah daerah.
Respon tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Pulau Sembilan yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya transportasi laut, terutama saat harus merujuk pasien dalam kondisi darurat. (ebt)







Tinggalkan Balasan