Pesta Adat Mappanre Ritasie Pagatan Akan Digelar Terpisah dari Hari Jadi, Tradisi dan Ritual Tetap Ada

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati bersama Lembaga Ade Ogie Usai Gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pesta Adat Mappanre Ritasie, Rabu (4/2/26).

Foto Bersama Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati bersama Lembaga Ade Ogie Usai Gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pesta Adat Mappanre Ritasie, Rabu (4/2/26).

Metrokalsel.co.id,BATULICIN – Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu bersama Lembaga Adat Bugis (Ade Ogie) mencapai titik temu dalam pelaksanaan dua agenda besar daerah.

Setelah melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, pada Rabu (4/2/26) kemarin, disepakati Pesta Adat Mappanre Ritasie akan digelar secara terpisah dari peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu dan Expo Pembangunan.

Kesepakatan ini dihasilkan dalam rapat yang berlangsung di Kantor Bupati Tanah Bumbu, dihadiri jajaran pemerintah daerah seperti Bapenda dan Kesbangpol, serta Ketua Lembaga Ade Ogie, Fawahisah Mahabbatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama ini, ketiga acara besar tersebut kerap dilaksanakan bersamaan, namun ke depan akan dipisah untuk memberikan fokus dan kekhususan pada masing-masing kegiatan.

Berdasarkan hasil pertemuan, ditetapkan bahwa:

1. Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu akan tetap dilaksanakan pada tanggal 8 April, dirangkai dengan Expo Pembangunan.
2. Pelaksanaan Pesta Adat Mappanre Ritasie di Pantai Pagatan akan digelar mulai tanggal 12 hingga 26 April 2026.

Puncak dari rangkaian acara adat ini akan berlangsung meriah dengan pembukaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan organisasi kepemudaan (OKP) dalam parade keliling kampung atau yang dikenal dengan Festival Mallibo Kampung. Adapun ritual puncak adat akan digelar pada 26 April 2026.

Ketua Lembaga Ade Ogie Tanah Bumbu, Fawahisah Mahabbatan, menyambut gembira keputusan ini. Ia mengatakan pemisahan jadwal ini sangat penting untuk menjaga esensi dan kekhusyukan ritual adat yang menjadi daya tarik utama Mappanre Ritasie.

“Kami ingin tradisi dan ritual tetap ada karena itu yang menjadi daya tarik acara Mappanre Ritasie ini. Itu sebabnya, dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri dan pejabat negara pernah datang melihat kearifan lokal serta budaya dan tradisi Bugis Pagatan yang kental,” ujar Fawahisah.

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, atas kepercayaan yang diberikan kepada lembaga adat untuk mengelola kembali jalannya pesta adat ini.

“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang memberikan kepercayaan agar kegiatan dikembalikan ke Lembaga Adat. Kami sangat berterimakasih atas dukungan Pak Bupati,” tambahnya.

Pemerintah daerah melalui Sekretaris Daerah Tulian Herawati menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan rangkaian acara dari tanggal 12 hingga 26 April kepada Lembaga Ade Ogie.

“Kita sepakati bersama, pembukaan Mappanre Ritasie jatuh pada tanggal 12 April, dan puncak acaranya pada 26 April 2026. Dengan dipisahnya jadwal dari peringatan Hari Jadi, kita ingin memberikan kekhususan pada pesta pantai ini,” ujar Yulian Herawati.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa pemisahan ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali esensi budaya yang selama ini dirasa mulai luntur dalam perayaan pesta pantai. Pemerintah daerah ingin mengembalikan ciri khas dan tradisi lokal Mappanre Ritasie.

“Jadi, kekhususan dari pesta pantai ini adalah kita mencoba menghidupkan lagi budaya yang sempat hilang dari kemasan acara. Dengan dipisah, dua konsep yang berbeda ini bisa sama-sama fokus. Pemerintah Daerah tetap hadir untuk memfasilitasi, misalnya dengan menyiapkan acara hiburan rakyat supaya suasana semakin ramai dan meriah,” jelasnya.

Yulian menambahkan, meskipun pelaksanaan teknis diserahkan kepada Lembaga Ade Ogie, Pemkab Tanah Bumbu melalui berbagai instansi terkait akan terus bersinergi. Dukungan fasilitasi ini diharapkan dapat mendorong kemeriahan acara sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata daerah.

“Dukungan Pemda hadir agar acara ini tidak hanya sakral secara adat, tetapi juga menjadi magnet wisata yang menguntungkan masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kegiatan akan segera dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri. Ajang tahunan ini akan dimeriahkan dengan berbagai atraksi, termasuk hiburan artis, gelaran event tradisional, serta tentunya pemberdayaan UMKM yang akan berjajar di tenda-tenda sepanjang kawasan wisata dan puncak parade Kapal Hias di laut Pagatan.

Mappanre Ritasie sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat adat Bugis Pagatan sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil laut selama satu tahun. Selain menjadi magnet wisata budaya, kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dengan melibatkan pelaku UMKM lokal.(hdy)

Berita Terkait

Tingkatkan Kompetensi Guru Ngaji, H Sudian Noor Dorong Sertifikasi dan Pembentukan LSP IQRO di Tanah Bumbu
Imigrasi Siaga, Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Akibat Eskalasi Militer di Timur Tengah
Tanah Bumbu Terima Predikat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Tahun 2025 dari Kementerian LH
Ketua PKK Borong Kuliner di Area Aksi Bajuak Wadai
Andi Rudi Latif; Aksi Bajual Wadai Lestarikan Budaya dan Tradisi serta Kearifan Lokal
Kapolres Tanah Bumbu Buka Puasa Bersama BEM STIKES Darul Azhar hingga Tokoh Masyarakat
Satintelkam Polres Tanah Bumbu Bersama Mahasiswa STIKES Darul Azhar Bagikan Takjil ke Pengendara
Resahkan Warga, DPRD Tanah Bumbu Minta Warung Remang-remang di Jalan 30 Ditertibkan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:14 WITA

Pesta Adat Mappanre Ritasie Pagatan Akan Digelar Terpisah dari Hari Jadi, Tradisi dan Ritual Tetap Ada

Senin, 2 Maret 2026 - 20:55 WITA

Tingkatkan Kompetensi Guru Ngaji, H Sudian Noor Dorong Sertifikasi dan Pembentukan LSP IQRO di Tanah Bumbu

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:56 WITA

Imigrasi Siaga, Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Akibat Eskalasi Militer di Timur Tengah

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:02 WITA

Tanah Bumbu Terima Predikat Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Tahun 2025 dari Kementerian LH

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:08 WITA

Ketua PKK Borong Kuliner di Area Aksi Bajuak Wadai

Selasa, 24 Februari 2026 - 04:42 WITA

Andi Rudi Latif; Aksi Bajual Wadai Lestarikan Budaya dan Tradisi serta Kearifan Lokal

Senin, 23 Februari 2026 - 22:30 WITA

Kapolres Tanah Bumbu Buka Puasa Bersama BEM STIKES Darul Azhar hingga Tokoh Masyarakat

Senin, 23 Februari 2026 - 22:18 WITA

Satintelkam Polres Tanah Bumbu Bersama Mahasiswa STIKES Darul Azhar Bagikan Takjil ke Pengendara

Berita Terbaru