Kamis, 6 Oktober 2022
png_20220108_192606_0000

Kapal Nelayan Asal Jawa, Dibakar Massa di Perairan Jorong Tanah Laut

Rabu, 13 April 2022 20:11
IMG-20220413-WA0036
BANNER-ARCHIVE

Pembakaran KM Wahyu Bina Barokah di Perairan Jorong Tanah Laut

Metrokalsel.co.id, Banjarmasin – Kapal Asal Pulau Jawa, KM Wahyu Mina Barokah IV, dibakar massa pada Senin (11/4/2022) kemarin.

Pembakaran itu terjadi di wilayah perairan Jorong Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Pembakaran kapal ini bermula ketika nelayan di Jorong mendapati informasi adanya sejumlah kapal nelayan cantrang beroperasi sekitar 11,88 mil dari bibir pantai.

Mendapat informasi itu, sejumlah nelayan gabungan yang berasal dari sejumlah wilayah bersama-sama melakukan penggerebekan.

Dalam penggrebekan ini satu kapal nelayan jenis cantrang dibakar ramai-ramai oleh nelayan setempat sedangkan dua kapal lainnya berhasil melarikan diri.

Dalam tragedi pembakaran ini ke 15 anak buah kapal (abk) berhasil selamat dan telah dipulangkan ke Jawa Tengag.

Menyikapi adanya tragedi ini Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono angkat bicara.

Rusdi membenarkan adanya pembakaran kapal jenis cantrang di perairan Jorong.

“Memang benar tanggal 11 April kemaren ada pembakaran kapal cantrang di wilayah perairan Kalimantan Selatan,” ucapnya pada awak media (13/4) sore.

Menurutnya pihaknya telah menghimbau kepada nelayan setempat untuk tidak anarkis. Namun faktanya, kapal cantrang tersebut masih saja masuk ke dalam perairan wilayah Kalimantan Selatan.

“Kita sudah membicarakan ini pada nelayan kita untuk tidak anarkis. Namun nelayan mereka tetap saja memasuki wilayah perairan kita, padahal kita Februari kemaren sudah ke Jawa Tengah untuk membicarakan hal seperti ini,” Ujar Rusdi.

Lebih lanjut pada pertemuan bulan Februari lalu Rusdi bersama rombongan bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HMSI) Kalsel juga telah membicarakan kesepakatan mengenai penggunaan kapal cantrang.

“Kapal cantrang ini merusak lingkungan dan kasian nelayan kita,” lanjutnya.

Rusdi mengatakan kejadian seperti ini bukan kejadian pertama kalinya. Mengingat, dirinya bersama HMSI Kalsel sudah menghimbau dilarangnya penggunaan kapal jenis cantrang di Kalimantan Selatan.

“Sudah kita himbau jangan menggunakan kapal cantrang. Dan tragedi pembakaran seperti ini diluar kendali kita,” tutup Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Selatan ini. (tri/mka)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Diduga Gara-gara Pancis, Sebuah Pom Mini di Sungai Taib Kotabaru, Terbakar

Pom Mini Terbakar, Warga Sungai Taib Geger METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Warga tiba-tiba panik saat mrlihat…


Dishub dan Satlantas Polres Kotabaru, Sosialisasikan Aturan Tonase Yang Melintas

Dishub Kotabaru Bersama Satlantas Melakukan Sosialisasi Dan Pengambilan Sampel Kepada Pengemudi Angkutan Umum METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU…


Memeriahkan HUT TNI Ke -77 Pangkalan TNI AL Kotabaru Gelar Water Trappen

  METROKALSEL.CO.ID,KOTABARU – Dalam rangka memeriahkan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-77 Tahun 2022 yang…


Isu Rekrut Qori Dari Luar Daerah, Ini Tanggapan Kepala Kemenag Kotabaru

Kepala Kantor Kemenag Kotabaru, H Ahmad Kamal METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Penyelenggaraan MTQ Nasional ke 52…


Tak Kuat Menanjak, Truk Terbalik Timpa Ayah dan Anak Hingga Tewas di Kotabaru

Kecelakaan di Tanjakan Jalan Pulau Laut Sigam Kotabaru METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Diduga tak kuat menanjak,…