Minggu, 25 September 2022
png_20220108_192606_0000

Mengintip Rutinitas Bupati Tanbu, Zairullah Azhar Mandi Pagi di Laut

Kamis, 10 Maret 2022 08:01
IMG-20220310-WA0007
BANNER-ARCHIVE

Bupati Tanah Bumbu Mandi di Laut bersama Jajarannya

Metrokalsel.co.id, Batulicin – Jam baru menunjukkan pukul 06.00 wita pagi. Namun disatu sudut Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu yang menjorok ke laut tampak puluhan orang sedang berenang dan berendam.

Ada yang menggunakan alat apung, tapi sebagian besar tanpa pengaman. Mereka ternyata bukan orang sembarangan di Bumi Bersujud. Diantaranya Bupati Tanah Bumbu dr Zairullah Azhar.

Diketahui, air laut memiliki kandungan yang lebih beragam dibandingkan dengan air tawar atau air darat. Memiliki kandungan garam, potasium klorida dan mineral seperti magnesium.

Jika mandinya di pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai pukul 07.00 wita, dipercaya memberikan manfaat kesehatan. Hal inilah yang diyakini Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar yang juga seorang dokter kesehatan.

Ia lakoni rutinitas berendam dan berenang dilaut setiap pagi bersama Sekretaris Daerah DR Ambo Sakka dan hampir semua kepala dinas, kepala badan hingga kepala bagian dilingkup Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Tampak pula sejumlah camat.

Usut punya usut, berenang di laut setiap pagi ini menjadi rutinitas mereka sejak 9 bulan lalu. Katanya sih untuk kesehatan. Dan mandi pagi di pantai ini seakan menjadi ‘ritual’ wajib baginya.

Selain itu upaya membentuk karakter disiplin, membangun sikap religius dan tak kalah pentingnya merasakan langsung betapa indahnya potensi wisata Kabupaten Tanah Bumbu yang patut dikembangkan dan menjadi tugas semua SKPD.

Menurut Bupati Zairullah Azhar, dalam teori ilmiah air laut mengandung banyak zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. “Terutama garam yang sangat membantu peredaran darah/ memperbaiki sel-sel tubuh,” ucapnya usai menyantap sarapan setelah berenang di laut.

Bahkan menurutnya, penyakit-penyakit seperti stroke berpeluang sembuh.

Lebih dari manfaat itu, ucapnya, sebagai komitmen dari pemerintah daerah, ingin Bumi Bersujud dengan segudang potensi wisatanya perlu dikembangkan dan dikelola agar bisa menghasilkan PAD bahkan devisa.

“Potensi kita banyak, ada goa, gunung, air terjun hingga laut. Bahkan dari Satui hingga ke Simpang empat panjang garis pantai kita 190 Km,” jelasnya.

Potensi-potensi ini akan dikelola secara manajerial dan profesional. “Kehadiran kami di Pantai Pagatan ini untuk memotivasi masyarakat dalam membangkitkan dunia pariwisata,” paparnya.

Ia berpesan, khususnya generasi muda bisa berkontribusi dan mengambil perannya.

“Setiap Sabtu Minggu lokasi ini dikunjungi masyarakat. Selain memberikan tempat refreshing, tentunya juga bisa menjadi sumber pendapatan memadai,” lanjutnya.

Ia lanjut mengatakan, jika selama ini Tanah Bumbu mengandalkan sektor tambang akan beralih ke sektor lain yang tak akan pernah habis. Seperti sumber laut dan pariwisata.

“Yang tak kalah penting juga, ada aspek religi dalam aktivitas mandi di laut. Secara filosofi, gelombang ini memberikan motivasi dan pelajaran bagi bahwa hidup dalam kondisi apapun, baik cobaan dan ujian,” tandasnya.

Ia berharap, banyak makna yang terkandung dalam rutinitas ini mampu membentuk karakter orang-orang yang turut melakukannya.

Sementara terpantau, ada yang menarik dalam rutinitas jajaran Pemkab Tanah Bumbu ini. Setiap kali mereka berenang dan berendam bareng di laut, ‘mentari’ selalu mengintip. Matahari yang terbit diufuk timur kalah cepat hadirnya dari punggawa pemkab yang sudah lebih awal ‘melaut’.

Namun warga tanah bumbu berharap, langkah ini akan memberikan manfaat dan nilai positif secara luas/ bagi kemajuan kabupaten serta memberikan dampak untuk kesejahteraan masyarakat Bumi Bersujud.

“Yang jelas kegiatan ini kan kegiatan sehat. Sekaligus melihat langsung kondisi pantai Pagatan. Agar mereka bisa menyadari apa saja yang diperlukan untuk dibenahi,” ucap Anwar Ali Wahab, warga Pagatan, Kusan Hilir ini.

Ia optimist, kehadiran kepala daerah dan jajarannya secara rutin setiap pagi di pantai ini akan mampu membangkitkan gairah pariwisata di daerah ini. “Menumbuhkan pariwisata,” tegasnya.

Pemandangan Pantai Pagatan saat matahari terbit sungguh sangat indah. Perpaduan sunrise dengan landscape pegunungan, air laut, pantai dan aktivitas nelayan terbilang unik. Tak semua daerah memiliki suasana seperti ini.

Suasana dan pemandangan ini sebenarnya sangat di incar wisatawan mancanegara. Sudah selayaknya tempat ini dikembangkan dan dibenahi menjadi sebuah destinasi unggulan sehingga menjadi magnet bagi pelancong. (*)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Purna Paskibraka Indonesia Kotabaru, Gelar Rapat Persiapan Lomba PBB

PPI Kotabaru Gelar Rapat Persiapan Lomba PPB METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Purna paskibraka Indonesia (PPI) kabupaten…


Orari Lokal Kotabaru Gelar Muslok, Punya Pemimpin Baru

Orari Lokal Kotabaru Gelar Muslok ke VIII METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Orari lokal kabupaten Kotabaru melaksanakan…


Kerusakan Jalan di Satui Barat, Satlantas Polres Tanbu Ingatkan Pengendara Untuk Konsentrasi

METROKALSEL.CO.ID, BATULICIN – Retakan jalan di Jalan Nasional KM 171 Desa Satui Barat Kecamatan Satui…


Hore! Sekarang Ada Wifi Gratis di Wisata Siring Laut Kotabaru

Para Pengunjung Siring Laut Kotabaru Kini Bisa Nikmati Wifi Area Gratis METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Untuk…


Polemik Kongres Luar Biasa ASKAB Kotabaru, Tidak Resmi ?

Persepakbolaan Kotabaru Gelar Kongres Luar Biasa¬† METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Asosiasi Sepakbola Kabupaten (ASKAB) menggelar kongres…