Kamis, 6 Oktober 2022
png_20220108_192606_0000

DPRD Tanbu Tunjau Lokasi Rumah Warga di Satui Barat

Jumat, 9 September 2022 06:04
IMG-20220920-WA0002
BANNER-ARCHIVE

Peninjauan DPRD dan Sekda Tanju di Satui Barat

METROKALSEL.CO.ID, BATULICIN – DPRD kabupaten Tanah Bumbu bersama pemerintah daerah serta dari forum koordinasi pimpinan daerah melakukan tinjauan kelapangan atas dampak aktivitas tambang batu bara yang dirasakan warga desa Satui Barat.

Peninjauan ini dilakukan sebagai tindak lanjut pengaduan masyarakat yang terdampak aktivitas pertambangan ke DPRD beberapa hari lalu.

Guna memastikan dampak dari aktivitas tambang batu bara yang langsung dirasakan warga desa Satui Barat, DPRD kabupaten Tanah Bumbu yang dipimpin langsung ketua DPRD H Supiansyah ZA,SE,MH melakukan tinjauan kelapangan bersama pemerintah daerah yang dihadiri sekretaris daerah Ambo Sakka serta dari forum koordinasi pimpinan daerah, Kamis (8/9/22).

Tinjauan ini dilakukan merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat dilokasi tersebut pada rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Tanah Bumbu Selasa siang lalu. Yang mana saat itu dipimpin langsung ketua DPRD Tanah Bumbu dimana musibah terjadi diduga kuat akibat aktivitas pertambangan batu bara yang tidak terkontrol.

Menurut ketua DPRD dengan sebutan akrabnya H Upi mengatakan dari temuan dilapangan ruas jalan nasional di kilometer 171 ini mengalami retak dan penurunan sepanjang 300 meter dengan kedalaman sekitar satu meter dari kondisi jalan nasional ini membahayakan bagi pengendara saat melintas.

Berdasarkan fakta dan data termasuk dialog yang digelar didesa satui barat rt 7 ini H Upi menegaskan pemerintah daerah sepakat membentuk tim teknis kajian khusus atau tim independen dalam mengurai masalah kerusakan dipemukiman warga dan jalan provinsi.

Menanggapi hal ini, kepala teknik tambang PT.MJAB Arifin Noor Ilmi meminta agar semua pihak bisa lebih objektif dalam permasalahan ini sebab pihaknya bekerja berdasar acuan dan kajian lingkungan serta dengan perizinan yang lengkap dan mendapat persetujuan dari pemerintah.

Sementara usai memperhatikan pendapat dari pejabat dan serta pihak terkait dilokasi ini, sekretaris daerah Ambo Sakka mengatakan karena tidak ada kesepakatan antara warga terdampak dengan pihak perusahaan PT.MJAB maka disepakati forkopimda membentuk tim independen yang diketuai oleh camat Satui Kadri Mandar bersama forkopimca Satui dengan melibatkan unsur dari kajari, polres dan kodim Tanah Bumbu. (dat)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Diduga Gara-gara Pancis, Sebuah Pom Mini di Sungai Taib Kotabaru, Terbakar

Pom Mini Terbakar, Warga Sungai Taib Geger METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Warga tiba-tiba panik saat mrlihat…


Dishub dan Satlantas Polres Kotabaru, Sosialisasikan Aturan Tonase Yang Melintas

Dishub Kotabaru Bersama Satlantas Melakukan Sosialisasi Dan Pengambilan Sampel Kepada Pengemudi Angkutan Umum METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU…


Memeriahkan HUT TNI Ke -77 Pangkalan TNI AL Kotabaru Gelar Water Trappen

  METROKALSEL.CO.ID,KOTABARU – Dalam rangka memeriahkan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-77 Tahun 2022 yang…


Isu Rekrut Qori Dari Luar Daerah, Ini Tanggapan Kepala Kemenag Kotabaru

Kepala Kantor Kemenag Kotabaru, H Ahmad Kamal METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Penyelenggaraan MTQ Nasional ke 52…


Tak Kuat Menanjak, Truk Terbalik Timpa Ayah dan Anak Hingga Tewas di Kotabaru

Kecelakaan di Tanjakan Jalan Pulau Laut Sigam Kotabaru METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Diduga tak kuat menanjak,…