Kamis, 29 September 2022
png_20220108_192606_0000

Pertamax Naik, Pakar Ekonomi ULM Sebut Bakal Berimbas Pada Bahan Pokok

Sabtu, 9 April 2022 16:56
IMG-20220409-WA0024
BANNER-ARCHIVE

(Istimewa) Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Ahmad Yunani

Metrokalsel.co.id, Banjarmasin – Pemerintah telah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax pada 1 April kemarin.

Kenaikan ini sendiri dinilai cukup signifikan. Mengingat sebelumnya Pertamax dijual dengan harga Rp 9.000/liter – Rp 9.400/liter dan sekarang menjadi Rp 12.750/liternya.

Lantas apakah kenaikan harga bahan bakar ini nantinya mengakibatkan kenaikan beberapa bahan pokok di pasaran?

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Ahmad Yunani mencoba menjawab permasalahan ini.

Menurutnya, adanya kenaikan harga BBM ini tentu berpengaruh pada aktivitas ekonomi di masyarakat.

“Kenaikan pertamax cukup berpengaruh karena aktivitas ekonomi masyarakat sekarang tingkat mobilitas tinggi dan biaya produksi yang menggunakan BBM juga naik dan beban itu akan dikenakan pada harga jual jadi harga akan mengalami kenaikan, tidak mungkin bisa bertahan dengan harga yang ada,” ucapnya saat diwawancarai via telepon, Jumat (8/4/2022) sore.

 Nantinya, lanjut Yunani pedagang akan melakukan penyesuaian terhadap harga bahan pokok di pasaran.

Perkiraan Dr. Yunani juga melihat jika nantinya benar terjadi kenaikan harga pastinya merugikan masyarakat kelas bawah. Mengingat harga bahan pokok yang mengalami kenaikan imbas naiknya harga Pertamax.

“Masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan rentan miskin makin berat beban ekonominya, apalagi yang tidak punya penghasilan dan pekerjaan tetap akan sangat terdampak,” kiranya.

Namun sebaliknya masyarakat kelas menengah dan atas tidak terlalu terdampak kenaikan BBM ini. Dua golongan masyarakat tersebut hanya melalukan penyesuaian dengan kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

“Masyarakat dunia usaha dan pedagang akan segera melakukan penyesuaian,” ucapnya Dr. Yunani

Diakhir Dr. Yunani meungkapkan dirinya menyarankan agar masyarakat dapat bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Masyarakat dituntut kerja keras, kreatif dan tetap berdoa agar mendapatkan yang terbaik dengan terpenuhi nya kebutuhan,” tutupnya. (tri/mka)¬†

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Jhonlin Group Umrohkan 870 Warga Tanah Bumbu

METROKALSEL.CO.ID, BATULICIN – Jhonlin Group memberangkatkan 870 warga Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel, untuk laksanakan ibadah…


Warga Binaan Lapas Kotabaru Yang Buta Huruf, Diajari Membaca dan Berhitung

Sebanyak 30 Orang Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kotabaru Ikut Belajar Mandiri Mengenal Haruf dan…


Pelajar SMKN 1 Simpang Empat Belajar ke UMKM Centre PT BIB Yang Sudah Jalin Kersama Dengan IBAN

Siswa-Siswi SMKN 1 Simpang Empat Saat Belajar ke UMKM Centre BIB di Kecamatan Angsana METROKALSEL.CO.ID,…


Tim Tikim Imigrasi Batulicin Turun ke Desa-Desa Sampaikan Informasi MPaspor

(Istimewa) Sosialisasi MPaspor ke Desa-desa di Kabupaten Kotabaru METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Kantor Imigrasi Kelas II…


Bupati Bersama Kapolres dan Dandim Tanbu, Tinjau Langsung Jalan Nasional Yang Longsor

METROKALSEL.CO.ID, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar bersama Kapolres AKBP Tri Hambodo…