Kamis, 20 Januari 2022
png_20220108_192606_0000

Pemprov Kalsel Targetkan Tanam Mangrove di 4 Kabupaten Dengan Luasan 50 Hektar

Jumat, 10 Desember 2021 05:10
IMG-20211210-WA0010
BANNER-ARCHIVE

Plt Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra

Metrokalsel.co.id, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan targetkan penanaman mangrove di 4 kabupaten dengan total luasan 50 hektar.

Target ini tentunya merupakan salah satu upaya pemulihan ekosistem mangrove yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya diwilayah pesisir.

“Memang, di tahun ini targetnya 50 hektar yang ditanami mangrove di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kotabaru dan Kabupaten Banjar. Dan direncanakan di tahun depan 2.950 hektar bisa ditanami mangrove,” ucap Plt Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, Banjarbaru, Jumat (10/12/21).

Penanaman ini dilakukan bertahap karena adanya recofusing anggaran di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

” Sekarang ini baru proses penyusunan rancangan teknis untuk penanaman mangrove di tahun depan (2022),” tutur plt Kadishut Kalsel ini.

Untuk tahun ini sendiri penanaman mangrove terus dilakukan sambil melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Karena ada areal yang sangat produktif untuk ditanami. Sebab, sudah berganti menjadi tambak. Kita ingin masyarakat desa yang mayoritasnya pembudidaya ikan bisa ikut berkontribusi dalam penanaman mangrove tersebut,” ujar Fathimatuzzahra.

Dalam penanaman mangrove ini sendiri sangat banyak pihak yang dilibatkan seperti Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), Dishut (Dinas Kehutanan), Dislutan (Dinas Perikanan dan Kelautan) KPH (Kelompok Petani Hutan) Kusan, UPT KLHK-BPDAS HL Barito dan BKSDA, bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Bang Yani.

“Semua kegiatan dari pembuatan bibit, penanaman, dan pemeliharaan dilaksanakan oleh masyarakat dalam skema Kelompok Tani Hutan (KTH),” tambah Fathimatuzzahra.

Kedepannya, Fathimatuzzahra akan mengusulkan pembuatan tanaman mangrove, baik melalui dana APBN, APBD maupun BRGM.

“Sehingga, pelestarian ekosistem mangrove di pesisir bisa mensejahterakan masyarakat,” tutup Fathimatuzzahra.

Sebagai informasi, Hutan mangrove merupakan hutan yang khas karena memiliki jenis tumbuhan yang hanya bisa hidup di kawasan hutan yang merupakan daerah perbatasan antara daratan dan lautan.

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mempunyai peranan penting dalam upaya pemanfataan berkelanjutan sumber daya pesisir danlaut. (put/mka)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

PN dan Pemkab Tanbu, Jalin MoU Pembinaan Mental dan Rohani ASN

Metrokalsel.co.id, Batulicin – Pengadilan Negeri (PN) Batulicin menggandeng Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka pembinaan…


Bupati Berikan Pandangan Terhadap 2 Raperda Inisiatif Dewan di Sidang Paripurna

Wakil Ketua DPRD Tanbu Said Ismail Kholil saat pimpin Paripurna bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah…


Pelajar SMKN 1 Kusan Hilir, Nikamti Pelayanan Perekaman KTP Elektronik

Pelajar SMKN 1 Kusan Hilir Saat Lakukan Perekaman KTP-Elektronik Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Sebanyak 58 Pelajar…


Diskominfo Tanbu Kini Berlakukan Buku Tamu Digital, Deteksi Pengunjung

DiskominfoSP Tanbu Gunakan Aplikasi Buku Tamu Digital Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Awal Tahun 2022, tepatnya tanggal…


Peringati Hari Bhakti Imigrasi ke 72, Kantor Imigrasi Batulicin Gelar Donor Darah

Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin melakukan kegiatan Donor Darah dalam…