Sabtu, 10 Desember 2022
265297_09142509022021_JMSI_2 (2)

Pemprov Kalsel Targetkan Tanam Mangrove di 4 Kabupaten Dengan Luasan 50 Hektar

Jumat, 10 Desember 2021 17:10
IMG-20211210-WA0010
BANNER-ARCHIVE

Plt Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra

Metrokalsel.co.id, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kehutanan targetkan penanaman mangrove di 4 kabupaten dengan total luasan 50 hektar.

Target ini tentunya merupakan salah satu upaya pemulihan ekosistem mangrove yang ada di Kalimantan Selatan, khususnya diwilayah pesisir.

“Memang, di tahun ini targetnya 50 hektar yang ditanami mangrove di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kotabaru dan Kabupaten Banjar. Dan direncanakan di tahun depan 2.950 hektar bisa ditanami mangrove,” ucap Plt Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, Banjarbaru, Jumat (10/12/21).

Penanaman ini dilakukan bertahap karena adanya recofusing anggaran di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

” Sekarang ini baru proses penyusunan rancangan teknis untuk penanaman mangrove di tahun depan (2022),” tutur plt Kadishut Kalsel ini.

Untuk tahun ini sendiri penanaman mangrove terus dilakukan sambil melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Karena ada areal yang sangat produktif untuk ditanami. Sebab, sudah berganti menjadi tambak. Kita ingin masyarakat desa yang mayoritasnya pembudidaya ikan bisa ikut berkontribusi dalam penanaman mangrove tersebut,” ujar Fathimatuzzahra.

Dalam penanaman mangrove ini sendiri sangat banyak pihak yang dilibatkan seperti Bappeda (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), Dishut (Dinas Kehutanan), Dislutan (Dinas Perikanan dan Kelautan) KPH (Kelompok Petani Hutan) Kusan, UPT KLHK-BPDAS HL Barito dan BKSDA, bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Bang Yani.

“Semua kegiatan dari pembuatan bibit, penanaman, dan pemeliharaan dilaksanakan oleh masyarakat dalam skema Kelompok Tani Hutan (KTH),” tambah Fathimatuzzahra.

Kedepannya, Fathimatuzzahra akan mengusulkan pembuatan tanaman mangrove, baik melalui dana APBN, APBD maupun BRGM.

“Sehingga, pelestarian ekosistem mangrove di pesisir bisa mensejahterakan masyarakat,” tutup Fathimatuzzahra.

Sebagai informasi, Hutan mangrove merupakan hutan yang khas karena memiliki jenis tumbuhan yang hanya bisa hidup di kawasan hutan yang merupakan daerah perbatasan antara daratan dan lautan.

Mangrove merupakan salah satu ekosistem yang mempunyai peranan penting dalam upaya pemanfataan berkelanjutan sumber daya pesisir danlaut. (put/mka)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Peringati Hari Armada RI, Lanal Kotabaru Gelar Fun Bike

METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Lanal Kotabaru melaksanakan Fun bike memperingati Hari Armada RI tahun 2022. Kegiatan…


Ada Warga Derita Tumor dan Anaknya Lumpuh, Kapolsek Pulau Laut Selatan Langsung Membantu

Polri Peduli Sesama, Kapolsek Pulau Laut Selatan Berikan Bantuan Sembako Dan Uang Tunai METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU…


Bupati Zairullah Azhar Evaluasi Kinerja SKPDnya

Bupati Abah H Zairullah Azhar Expose Evaluasi Kinerja Seluruh SKPD METROKALSEL.CO.ID, BATULICIN – Bupati Tanah…


Plt Kadis Kominfo Kotabaru Apresiasi Penyaluran Bantuan ke Warga Kurang Mampu

Plt Kepala Dinas Kominfo Kotabaru Ucapkan Terima Atas Kepeduliannya Menyalurkan Bantuan Kepada Masyarakat METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU…


PT Pelsart Bersama PWI Kotabaru Bagikan 70 Paket Sembako Kepada Masyarakat

PT Pelsart Bersama PWI Kotabaru Bagikan 70 Paket Sembako Kepada Masyarakat. METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – PT…