Kamis, 6 Oktober 2022
png_20220108_192606_0000

Waduh! Pakar Hukum Ini Sebut Pemilik Gedung Alfamart Gambut Bisa Kena Pidana

Kamis, 21 April 2022 14:04
IMG-20220421-WA0002
BANNER-ARCHIVE

Pakar Hukum dan Advokat Supiansyah Darham, SE. SH.

Metrokalsel.co.id, Banjar – Senin kemarin (18/4) petang warga Gambut dan sekitarnya dikejutkan dengan robohnya bangunan ruko ritel modern tiga lantai.

Ambruknya bangunan tiga lantai ini bahkan menewaskan lima dari 14 pengunjung serta karyawan ritel modern tersebut.

Usut punya usut bangunan yang baru berumur 10 tahun ini sebelum ambruk sempat miring ke arah kiri hingga pada akhirnya rata dengan tanah.

Peristiwa nahas ini pun menyebabkan sembilan orang selamat dan lima orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Lantas dengan adanya peristiwa nahas ini, apakah sang pemilik ruko terancam tindak pidana. Tim Metrokalsel.co.id, mencoba menghubungi ahli hukum sekaligus advokat kondang Supiansyah Darham, SE. SH.

Menurutnya tindakan pemilik Alfamart dapat dikaitkan dengan pasal Pasal 359 KUHP yang berbunyi “Barangsiapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

“Sesuai pasal 359 KUHP dan 360 KUHP , bisa kena tindak pidana yang pasti,” ucap Supiansyah saat dihubungi via telepon, Rabu (20/4) malam.

Tak hanya pasal 359 KUHP, pemilik bahkan juga bisa dikenakan Pasal 360 KUHP.

Dalam pasal 360 KUHP sendiri berbunyi “Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun.

Sedangkan berkaca dengan Undang-Undang kejadian ini sesuai dengan UU Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

“Jelas tertulis di pasal 46 ayat 2 UU Bangunan Gedung, si pemilik ini terancam pidana paling lama empat tahun dan juga denda paling banyak 15 persen dari nilai bangunan gedung,” ungkap Supiansyah.

Lebih lanjut di ayat 3 tertulis bahwasanya pemilik gedung maupun pengguna bangunan gedung yang tidak memenuhi ketentuan dalam undang-undang ini, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak 20% (dua puluh per seratus) dari nilai bangunan gedung, jika karenanya mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Walaupun dengan adanya kemungkinan terkena tindak pidana pemilik gedung dapat mengajukan banding/kasasi jika

“Pemilik bisa banding dan kasasi jika nantinya ada yang membawa hal ini ke ranah pidana,” tutup Supiansyah.

Disisi lain, Humas Polda Kalsel Kombes Pol.Mohammad Rifai mengatakan hasil penelitian pasca ambruknya bangunan alfamart yang diteliti Tim Forensik Laboratorium (Labfor) Polda Jatim dapat dijadikan acuan dalam penyelidikan yang dilakukan Polda Kalsel.

“Hasil kesimpulan Tim Labfor sebagai pendukung penyelidikan guna menentukan apakah memenuhi unsur pidana atau tidak terkait peristiwa ini,” jelas Rifa’i. (tri)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Diduga Gara-gara Pancis, Sebuah Pom Mini di Sungai Taib Kotabaru, Terbakar

Pom Mini Terbakar, Warga Sungai Taib Geger METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Warga tiba-tiba panik saat mrlihat…


Dishub dan Satlantas Polres Kotabaru, Sosialisasikan Aturan Tonase Yang Melintas

Dishub Kotabaru Bersama Satlantas Melakukan Sosialisasi Dan Pengambilan Sampel Kepada Pengemudi Angkutan Umum METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU…


Memeriahkan HUT TNI Ke -77 Pangkalan TNI AL Kotabaru Gelar Water Trappen

  METROKALSEL.CO.ID,KOTABARU – Dalam rangka memeriahkan HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-77 Tahun 2022 yang…


Isu Rekrut Qori Dari Luar Daerah, Ini Tanggapan Kepala Kemenag Kotabaru

Kepala Kantor Kemenag Kotabaru, H Ahmad Kamal METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Penyelenggaraan MTQ Nasional ke 52…


Tak Kuat Menanjak, Truk Terbalik Timpa Ayah dan Anak Hingga Tewas di Kotabaru

Kecelakaan di Tanjakan Jalan Pulau Laut Sigam Kotabaru METROKALSEL.CO.ID, KOTABARU – Diduga tak kuat menanjak,…