Rabu, 1 Desember 2021
banner-iklan-header

Anggota Dewan dan Akademisi Kotabaru, Sayangkan Tindakan KPU Terhadap Jurnalis

Selasa, 17 November 2020 09:03
IMG-20201117-WA0076
BANNER-ARCHIVE

Akademisi di Kotabaru Soroti Perlakuan KPU Kotabaru

KOTABARU, Metrokalsel – Anggota DPRD Kotabaru dalam keterangan tertulisnya menilai Komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Kotabaru adalah mitra komisi 1 DPRD, apalagi wartawan.

” Saya pribadi merasa tidak nyaman jika melihat adanya miskomunikasi antara KPUD Kotabaru dan teman – teman Media Kabupaten kotabaru saat acara Debat Pilkada Kotabaru,” kata Rabbiansyah, anggota DPRD Kotabaru, Selasa (17/11/2020).

Apalagi berhembus kabar jika seluruh media kotabaru akan memboikot pemberitaan terkait penyelenggaraan pemilukada 2020 sampai selesai.

Bukan hanya soal debat, tentu hal ini sangat disayangkan, setelah dapat kabar tersebut dia mencoba menghubungi Ketua KPU Kotabaru untuk konfirmasi masalah tersebut.

” Kalu hanya soal teknis protokol covid, tentu masih bisa dicarikan cara lebih bijak. Yang terpenting sama-sama bisa menjaga protokolnya, jika terkait liputan debat yang memenangkan hak siar adalah Duta TV tentu juga harus di carikan cara sampai di posisi ring berapa media lokal bisa melakukan peliputan, tempat wawancara degan KPU, paslon atau pihak terkait,” ungkapnya Robbi sapaannya.

Dia merasa jangan terlaly kaku, teman – teman di pelosok daerah Kotabaru juga butuh informasi, kabar terupdate, karena live tadi malampun yang di siarkan duta tv, banyak sekali gangguan jaringan sehingga membuat sedikit tidak nyaman.

” Intinya kita harus saling memahami dan memaknai pesta demokrasi ini dengan sebaik baiknya, jangan sampai tercerai berai karena hal yang sangat spele, ” katanya.

Bukan hanya anggota Dewan, tokoh Akademisi juga memyoroti tindakan dari KPU Kotabaru. Misalnya saja dari Akademisi STKIP Paris Barantai Kotabaru, Rony Safriansyah

Saya sebagai seorang masyarakat, sangat menyangkan itu terjadi, Karena tentunya ini, sangat menguntungkan pihak KPUD sendiri dan pihak paslon dalam rangka mensosilisasikan diri dari sisi yang lain”, uarnya Rony.

Tentunya wartawan baik dari media cetak, elektronik maupun Online, mempuyai sisi yang berbeda dalam melakukan liputan dalam melakukan sebuah analisa, terhadap sebuah kegiatan, apalagi ini kegiatan debat pablik, yang harus diketahui oleh 29.000 pemilih di Kotabaru.

” Jadi tidak haya satu media saja, pada saat pelaksanaan tentunya para jurnalis kawan- kawan mempunyai angel, atau sisi pandangannya tersendiri dari Debat Publik itu,” katanya.

KPU Kotabaru tertolong karena terbantu disosialisasi oleh media bukan sebaliknya. Sehingga sangat disayangkan apa yang dilakukan KPU Kotabaru.

” Harapannya hal seperti ini tidak terjadi lagi di debat kedua nanti pada 30 November mendatang,” harapnya. (mka03)

Komentar

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkini

Polres Kotabaru Kirimkan Bantuan 100 Paket Sembako ke Korban Banjir HST

Kapolres Kotabaru saat melepas keberangkatan truk bantuan sosial ke HST Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Polres Kotabaru…


Zairullah Azhar Serahkan Al-Qur’an dan Buku Iqra Untuk Warga Dusun Hawakai di Pedalaman

  Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup…


Kejurprov Angkat Berat Dari Kontingen Kotabaru Meraih Medali Perunggu

Atlet Kotabaru saat Tampil di Kejurprov Angkat Berat di Banjarmasin Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Sebanyak 42…


Sebanyak 32 Rumah Warga Desa Maradapan Rusak Akibat Tanah Longsor

Ada 32 Rumah Warga Desa Maradapan Rusak Akibat Tanah Longsor¬† Metrokalsel.co.id, KOTABARU – Pukuhan rumah…


Ribuan Berkas WNI dan WNA di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin, Dimusnahkan

Pemusnahan Arsip di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Ribuan berkas WNI…